Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Dua orang petani di Kalurahan Jerukwudel, Girisubo sedang mengolah lahan untuk persiapan tanam di awal musim hujan. Kamis (28/9/2023)./ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah petani di Kalurahan Jerukwudel, Girisubo mulai mengolah lahan untuk persiapan musim tanam di awal musim penghujan. Pengolahan lahan dilakukan agar tanah lebih subur sehingga hasil panen dapat dioptimalkan.
Salah seorang petani di Kalurahan Jerukwudel, Widodo mengatakan, sekarang masih musim kemarau, namun sudah mulai mempersiapkan lahan untuk persiapan musim tanam pertama. Persiapan dilakukan dengan mencangkul tanah supaya gembur dan lebih subur.
“Memang belum musim hujan, tapi tidak salah dipersiapkan mulai dari sekarang. Jadi, saat hujan turun lahan tinggal ditanami,” katanya, Kamis (28/9/2023).
Widodo mengungkapkan, persiapan tidak hanya dengan menggemburkan lahan. Namun juga ada proses pemberian pupuk dasar yang berasal dari kotoran ternak.
Rencanannya pemupukan dilakukan setelah mencangkul lahan selesai. Setelah itu, lahan dibiarkan hingga musim hujan tiba dan baru ditanami. “Tujuan persiapan agar tanah lebih subur sehingga hasilnya bisa lebih dioptimalkan,” katanya.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, musim hujan diperkirakan masih dua bulan lagi. Meski masih di masa kemarau, namun para petani diimbau untuk segera mempersiapkan lahan.
“Sudah kami buat edaran agar para petani mulai mempersiapkan lahan untuk musim tanam di awal penghujan,” katanya.
BACA JUGA: Beras Mahal? Saatnya Tanam Keanekagaraman Pangan dari Pekarangan Rumah
Proses persiapan dapat dilakukan dengan mengolah lahan dimulai dengan membersihkan, kemudian mengolah dengan cara mengemburkan tanah sehingga bisa lebih subur. “Pengolahan sebagai upaya agar panen yang dihasilkan lebih optimal,” kata Raharjo.
Meski demikian, hingga sekarang, belum semua lahan digarap untuk persiapan penanaman. “Masih ada waktu sebelum musim hujan. Jadi, baiknya segera dipersiapkan mulai dari sekarang sehingga saat hujan tiba tinggal proses penanaman,” kata mantan Kepala Bidang Tanaman Pangan ini.
Selain membuat edaran berkaitan dengan pengolahan lahan untuk persiapan musim tanam di awal penghujan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul juga telah menyalurkan bantuan benih unggul. Salah satu lokasi yang dibantu para petani di Kalurahan Songbanyu, Girisubo.
Bantuan langsung diberikan oleh Bupati Gunungkidul kepada tujuh kelompok tani. Total ada 5,5 ton benih padi jenis segreng handayani dengan sasaran tanam seluas 370 hektare.
“Segreng handayani sangat cocok untuk wilayah selatan. Selain umurnya lebih pendek, kebutuhan air juga lebih sedikit sehingga pas dengan kondisi di wilayah Girisubo,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.