Nelayan Asal Riau Meninggal di Laut Gunungkidul, Ini Kronologinya
Nelayan asal Riau meninggal saat melaut di Pelabuhan Sadeng, Gunungkidul. Korban sempat mengeluh sakit dada sebelum ditemukan meninggal.
Dua orang petani di Kalurahan Jerukwudel, Girisubo sedang mengolah lahan untuk persiapan tanam di awal musim hujan. Kamis (28/9/2023)./ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah petani di Kalurahan Jerukwudel, Girisubo mulai mengolah lahan untuk persiapan musim tanam di awal musim penghujan. Pengolahan lahan dilakukan agar tanah lebih subur sehingga hasil panen dapat dioptimalkan.
Salah seorang petani di Kalurahan Jerukwudel, Widodo mengatakan, sekarang masih musim kemarau, namun sudah mulai mempersiapkan lahan untuk persiapan musim tanam pertama. Persiapan dilakukan dengan mencangkul tanah supaya gembur dan lebih subur.
“Memang belum musim hujan, tapi tidak salah dipersiapkan mulai dari sekarang. Jadi, saat hujan turun lahan tinggal ditanami,” katanya, Kamis (28/9/2023).
Widodo mengungkapkan, persiapan tidak hanya dengan menggemburkan lahan. Namun juga ada proses pemberian pupuk dasar yang berasal dari kotoran ternak.
Rencanannya pemupukan dilakukan setelah mencangkul lahan selesai. Setelah itu, lahan dibiarkan hingga musim hujan tiba dan baru ditanami. “Tujuan persiapan agar tanah lebih subur sehingga hasilnya bisa lebih dioptimalkan,” katanya.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, musim hujan diperkirakan masih dua bulan lagi. Meski masih di masa kemarau, namun para petani diimbau untuk segera mempersiapkan lahan.
“Sudah kami buat edaran agar para petani mulai mempersiapkan lahan untuk musim tanam di awal penghujan,” katanya.
BACA JUGA: Beras Mahal? Saatnya Tanam Keanekagaraman Pangan dari Pekarangan Rumah
Proses persiapan dapat dilakukan dengan mengolah lahan dimulai dengan membersihkan, kemudian mengolah dengan cara mengemburkan tanah sehingga bisa lebih subur. “Pengolahan sebagai upaya agar panen yang dihasilkan lebih optimal,” kata Raharjo.
Meski demikian, hingga sekarang, belum semua lahan digarap untuk persiapan penanaman. “Masih ada waktu sebelum musim hujan. Jadi, baiknya segera dipersiapkan mulai dari sekarang sehingga saat hujan tiba tinggal proses penanaman,” kata mantan Kepala Bidang Tanaman Pangan ini.
Selain membuat edaran berkaitan dengan pengolahan lahan untuk persiapan musim tanam di awal penghujan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul juga telah menyalurkan bantuan benih unggul. Salah satu lokasi yang dibantu para petani di Kalurahan Songbanyu, Girisubo.
Bantuan langsung diberikan oleh Bupati Gunungkidul kepada tujuh kelompok tani. Total ada 5,5 ton benih padi jenis segreng handayani dengan sasaran tanam seluas 370 hektare.
“Segreng handayani sangat cocok untuk wilayah selatan. Selain umurnya lebih pendek, kebutuhan air juga lebih sedikit sehingga pas dengan kondisi di wilayah Girisubo,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan asal Riau meninggal saat melaut di Pelabuhan Sadeng, Gunungkidul. Korban sempat mengeluh sakit dada sebelum ditemukan meninggal.
SPBU Mlati membatasi pembelian Pertalite 5 liter untuk motor. Pertamina menyebut kebijakan itu membantu mengurangi antrean dan menjaga kuota.
AS memperingatkan ekonomi Iran bisa runtuh dalam hitungan minggu atau bulan akibat tekanan sanksi yang terus diperketat.
DPRD Bantul mendorong tambahan anggaran APBD Perubahan 2026 untuk mengantisipasi kekeringan dan karhutla selama kemarau.
Israel kembali menyerang Gaza pada 1 September 2026. Hamas mengecam serangan dan mendesak mediator menekan Israel mematuhi gencatan senjata.
BPS mencatat perjalanan wisnus tujuan DIY mencapai 4,28 juta pada Juli 2026, naik 21,68 persen dibandingkan Juli 2025.