Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta (ketiga kiri) menghadiri acara Temu Bisnis 2023, Kamis (23/11/2023)./Istimewa-Humas Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul menggelar acara Temu Bisnis 2023 dengan melibatan para investor di Ruang Rapat Handayani, Setda Gunungkidul, Kamis (23/11/2023). Kegiatan diharapkan ini dapat meningkatkan nilai investasi di Bumi Handayani.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Agung Danarto mengatakan kegiatan temu bisnis merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun. Dalam Temu Bisnis tahun ini ada sekitar 30 investor yang hadir.
Selain itu, juga ada perwakilan dari pokdarwis, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Menurut dia, temu bisnis melibatkan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta dalam rangka menarik investasi di sektor pariwisata untuk dapat menampilkan destinasi-destinasi wisata baru level internasional.
“Tujuan utama untuk berinvestasi di sektor pariwisata berlevel internasional yang inklusif sehingga dapat mmemberikan akses kemanfaatan bagi masyarakat,” kata Agung, Kamis siang.
Untuk pelaksanaannya, ia mengaku sudah membuat sejumlah kebijakan pendukung. Sebagai gambaran, ada informasi kepada pelaku usaha perihal kegiatan usaha inklusif dan berwawasan lingkungan serta adanya standarisasi dan sertifikasi usaha pariwisata. “Diharapkan dengan program ini, maka investasi di Gunungkidul bisa terus ditingkatkan,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, pembangunan di Gunungkidul sangat membutuhkan investor. Pasalnya dari program ini, bisa menjadi pintu masuk untuk menyerap tenaga kerja di Bumi Handayani. “Kami sangat terbuka terhadap invesatasi. Tetapi, prosesnya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
BACA JUGA: Bantul Gandeng Investor Taiwan untuk Tangani Sampah
Sunaryanta mengungkapakn, guna mewujudkan pembangunan pariwisata internasional yang inklusif, siap menindak setiap pegawai yang bermain mata atau sogok menyogok. “Kalau ada birokrasi yang coba mempermainkan investor atau meminta imbalan [sogok menyogok] silahkan laporkan, pasti akan saya tindak,” katanya.
Di kesempatan ini Sunaryanta Kembali memaparkan adanya 2.000 hektare lahan di Gunungkidul telah dikuasai oleh investor. Oleh karenanya, ia berharap kepada pemilih untuk segera merealisasikan pembangunan. “Memang untuk membangun ada perhitungan sendiri. Tapi, harapannya bisa segera mewujudkan pembangunan sehingga ada manfaat nyata,” kata dia.
Menurutnya, pembangunan bisa dilakukan sesuai dengan karakteristik lahan yang dimiliki. Sunaryanta berujar bisa dilakukan dengan membangun sports tourism karena banyak titik yang bisa dikembangkan guna menunjang konsep ini. “Untuk realisasi pembangunan silahkan berkoordinasi dengan pemkab, khususnya DPMPTSP,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Slipknot resmi mengumumkan perpisahan dengan Sid Wilson setelah hampir tiga dekade bersama. Alasan keluarnya sang DJ masih menjadi misteri.
Kemkomdigi meminta Google dan Apple menghapus aplikasi Hornet dari Play Store dan App Store di Indonesia karena persoalan kepatuhan aturan PSE dan aduan masyara
Google menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menghapus watermark pada gambar, video, dan musik hasil kreasi AI Gemini.
Korban gempa M7,7 di Nagekeo, NTT bertambah menjadi 38 jiwa. Ribuan warga mengungsi, bandara, pelabuhan, dan fasilitas kesehatan terdampak.
Gempa M7,7 di Flores, NTT, menyebabkan 200 BTS mengalami gangguan di 10 kabupaten/kota. Komdigi bersama operator seluler melakukan pemulihan jaringan.