Jadwal Terbaru KRL Jogja-Solo di Semua Stasiun, Minggu 17 Mei 2026
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Gerakan Reresik Jogja dengan membersihkan Sungai Winongo, Minggu (26/11/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Gerakan sungai bersih terus dikampanyekan. Meski demikian masih saja ditemukan sampah di sejumlah sungai di Kota Jogja. Temuan sampah di sungai pun meningkat seiring dengan terjadinya darurat sampah.
Merepons kondisi ini Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta bersama Komunitas Jogja Obah menggandeng PC IMM AR Fakhruddin Kota Jogja, Pimpinan Cabang IMM Djazman Al-Kindi serta Asosiasi Sungai Yogyakarta (ASY) melakukan Gerakan Reresik Jogja dengan membersihkan Sungai Winongo, Minggu (26/11/2023). Kegiatan sosial itu menyasar Grojogan Tanjung Winongo, Sindurejo, Kelurahan Patangpuluhan, Wirobrajan, Kota Jogja.
“Kalau kami mengamati setelah adanya darurat sampah, indikasi sampah dibuang ke sungai itu mulai muncul dengan volume yang cukup banyak, bisa dilihat di sekitar sini [Grojogan Tanjung Winongo]. Karena ketika tidak ada ruang lagi untuk membuang, maka sungai menjadi sasaran paling mudah sebagai pembuangan,” kata Ketua MLH PDM Kota Jogja Heri Setiawan, Minggu (26/11/2023).
Oleh karena itu gerakan membersihkan harus digaungkan untuk mengurangi sampah di sungai. Selain itu harus diikuti dengan pemberian edukasi kepada warga sekitar bantaran sungai dan masyarakat pada umumnya agar tidak membuang sampah di sungai.
“Kita berikan pemahaman ke masyarakat bahwa sungai bisa menjadi sarana silaturahmi, bisa jadi destinasi wisata, meningkatkan nilai ekonomi masyarakat dan sungai menjadi bagian dari lingkungan yang tak bisa dipisahkan dari masyarakat,” ujarnya.
Pegiat Komunitas Jogja Obah Dwi Kuswantoro mengakui setelah terjun langsung di Sungai Code, timnya menemukan banyak tumpukan sampah rumah tangga terbungkus plastik yang sengaja dibuang ke sungai. Sebagian besar merupakan sampah rumah tangga yang tentu tidak diketahui siapa pembuangnya, karena bisa jadi dari warga yang jauh dari sungai. “Karena ketika sudah kepepet, maka sungai ini akan jadi sasaran [pembuangan],” ujarnya.
Gerakan ini untuk membangun kepedulian, tidak hanya dari kalangan Muhammadiyah namun juga warga sekitar. Karena beberapa pengurus RT dan RW juga turut ikut dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut aksi itu sebagai gerakan riil yang tidak sekadar formalitas dan akan terus berlanjut di lokasi lain. Alasannya karena sungai berpotensi menjadi sasaran pembuangan sampah seiring terjadinya persoalan penanganan sampah di DIY.
“Kami mendorong lewat aksi nyata, akan berlanjut dengan gerakan lain untuk membersihkan sungai di Jogja,” kata politikus yang juga Caleg Partai Ummat ini.
BACA JUGA : Pemkab Kulonprogo Limpahkan Penanganan Sampah ke DLH
Ketua Asosiasi Sungai Yogyakarta (ASY) Harris Syarif Usman yang turut hadir mengapresiasi gerakan tersebut. Ia tidak menampik bahwa ada indikasi orang membuang sampah ke sungai disaat terjadi darurat sampah. Oleh karena itu harus dilakukan pencegahan dan pembersihan.
“Karena sungai ini bagian dari kehidupan kita, harus dijaga dan dilestarikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.