Kali Code Dibersihkan, Pemkot Siapkan Wisata Susur Sungai di Jogja
Pemkot Jogja mulai pembersihan Sungai Code untuk kurangi sedimentasi dan kembangkan wisata susur sungai.
Mgr. Robertus Rubiyatmoko menyerahkan hadiah replika tongkat uskup agung KAS kepada Sri Sultan HB X di Gereja HKTY Ganjuran, Minggu (26/11/2023). (Harian Jogja/Stefani Yulindriani Ria S.R.)
Harianjogja.com, BANTUL–Umat katolik Keuskupan Agung Semarang (KAS) merayakan ulang tahun ke-80 Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dalam tahun Jawa. Dalam perayaan tersebut, Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr. Robertus Rubiyatmoko memberikan hadiah berupa replika tongkat Uskup Agung KAS sebagai simbol pemimpin yang rela berkorban untuk rakyat.
Mgr. Robertus Rubiyatmoko menyampaikan replika kepala tongkat tersebut berbentuk relief burung pelikan yang sedang melukai dirinya sendiri guna memberikan makan dan minum kepada anak-anaknya.
“Ini [replika] menggambarkan seorang pemimpin yang bijaksana harus siap mengorbankan dirinya demi keselamatan, keamanan dan kesejahteraan rakyatnya,” ujarnya di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Minggu (26/11/2023).
Baca Juga: Uskup Agung Semarang Ingatkan Umat Tak Termakan Hoaks Pilpres
Menurut dia, selama ini Sri Sultan HB X sebagai pemimpin DIY dan Keraton Jogja telah menunjukkan visi kepemimpinan yang terus berupaya menyejahterakan kehidupan sosial budaya masyarakat DIY. Dia pun berharap Sri Sultan HB X dapat menjaga kepemimpinannya yang rela berkorban bagi kesejahteraan sosial dan budaya masyarakat di masa mendatang.
“Kami berdoa agar Sri Sultan senantiasa diberikan kesehatan, berkah, kebijaksanaan serta diberi usia yang panjang sehingga bisa memimpin warga DIY menuju masyarakat guyub, rukun, ayem dan tenteram," katanya.
Baca Juga: Bagikan Foto Kenangan, Uskup: Buya Syafii Sangat Mencintai Indonesia
Sementara, Sri Sultan HB X menyampaikan dalam perayaan ulang tahunnya ke 80, dia diharapkan pada pertanyaan esensial mengenai eksistensi kehidupan manusia. Menurutnya, kehidupan manusia senantiasa sejalan dengan makna Sangkan Paraning Dumadi. Menurutnya tiap detik dalam kehidupan perlu diisi dengan kebijaksanaan dan kebajikan.
Menurut dia, sebagai Raja Jogja, dia memangku tiga makna sebagai Hamangku, Hamengku dan Hamengkoni. Dalam hal itu, menurutnya dituntut untuk membesarkan hati dengan lebih banyak memberi daripada menerima. Menurut dia dalam berbagai situasi sulit, sejatinya pemimpin adalah pengayom yang siap berdiri paling depan, menjadi panutan, dan tampil mengambil tanggung jawab dengan segala risikonya.
Baca Juga: Uskup Agung Semarang Temui Sultan Bahas Perdamaian di DIY
"Memang, manusia fana tak lepas dari aral melintang. Pun saya, dalam liku kehidupan, tak jarang dipertemukan dengan berbagai tantangan dan coba. Tetapi saya percaya, dalam setiap hembusan angin, terdapat petunjuk bagi mereka yang mau mendengarkan," ujarnya.
Sebelumnya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga mendapatkan replika tongkat Uskup Agung KAS. Simbol kepemimpinan tersebut diberikan Mgr. Robertus Rubiyatmoko kepada beberapa pemimpin sebagai simbol pemimpin yang rela berkorban untuk rakyatnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja mulai pembersihan Sungai Code untuk kurangi sedimentasi dan kembangkan wisata susur sungai.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Jumat 3 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
DPRD DIY menilai pelaksanaan RTRW DIY 2023-2043 belum optimal. Pansus menemukan kesenjangan antara rencana tata ruang dan pembangunan.
Seorang satpam ditemukan meninggal di pos jaga perumahan di Kasihan, Bantul. Polisi menyatakan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 3 Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, Drive Thru, SIM MAMI, dan syarat perpanjangan SIM.
Evaluasi Kemendikdasmen menunjukkan 98 persen siswa lebih memahami materi berkat Papan Interaktif Digital dalam pembelajaran.