Uskup Agung Semarang Temui Sultan Bahas Perdamaian di DIY

Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko (kiri) dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X (kanan) usai menggelar pertemuan di Kompleks Kepatihan, Senin (23/12/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
23 Desember 2019 20:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko menemui Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X di Kompleks Kepatihan, Senin (23/12/2019). Pertemuan itu membahas tentang berbagai upaya untuk menciptakan kehidupan yang damai terutama di wilayah DIY.

Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko menjelaskan pihaknya memiliki satu tema bersama antara Kristen dan Katolik yaitu tentang sahabat bagi semua orang dan hidup sebagai sahabat bagi semua orang. Tema itu memiliki makna imbauan bagi umat kristiani agar menjadi sahabat bagi semua orang, sehingga kehidupan bersama yang diwarnai dengan kedamaian bisa tercapai.

“Semua [tema] mempunyai isi yaitu imbauan kepada seluruh umat kristiani untuk menjadi sahabat bagi semua orang dan ini cocok sekali yang kami bicarakan [dengan HB X] tadi yaitu menciptakan kehidupan bersama yang sungguh-sungguh diwarnai kedamaian persaudaraan keharmonisan demi Indonesia yang maju,” katanya di Kepatihan, Senin (23/12/2019).

Terkait pesan damai tersebut lanjutnya, sangat sesuai dengan Deklarasi Abu Dhabi yang ditandatangani Paus Fransiskus dengan Imam Besar Al Azhar Ahmed Al Tayeh pada Februari 2019 lalu yang mengajak kepada manusia untuk mengupayakan kehidupan bersama yang damai rukun.

“Deklarasi itu dimunculkan disepakati bersama sebagai usaha untuk menyingkirkan ekstrimisme yang terjadi di dunia ini, maka ini jadi konsentrasi bersama dalam pembicaraan [dengan Sultan] hari ini,” katanya.

Rubiyatmoko mengajak masyarakat Jogja untuk bersyukur, bahwa Jogja selalu menjadi harapan banyak orang, sehingga banyak yang datang ke kota karena memiliki daya tarik yang besar. Ia berharap bukan hanya dari sisi budaya dan pendidikan saja yang memiliki daya tarik, tetapi suasana hati umat di Jogja juga diwarnai dengan kedamaian.

“Maka jadi harapan bersama kiranya mencoba mengajak masyarakat Jogja untuk menciptakan kota yang adem ayem, yang membuat orang kangen, jadi kota ngangeni, ini yang menjadi warisan dari Jogja. Bagi saya ini jadi kesempatan, ketika banyak orang datang ke Jogja mari kita mencoba untuk menciptakan atau menawarkan sesuatu yang baik atau yang ngangeni dengan mereka semua,” ucapnya.

Selain soal kedamaian, pertemuan itu juga membahas tentang rencana untuk pemekaran gereja di Kevikepan Yogyakarta. “Mengenai pemekaran gereja kevikepan Yogyakarta yang rencananya kami mekarkan menjadi dua, di Jogja timur dan Jogja barat,” katanya.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyampaikan ucapan selamat natal bagi warga nasrani di DIY. Terkait natal dan tahun baru kali ini, ia berharap ke depan berbagai aspek hubungan masyarakat bisa berjalan dengan penuh kebersamaan.

“Semoga kita semua tetap dalam keadaan sehat, tidak kurang suatu apa pun, keadaan juga baik, baik dalam aspek hubungan kebersamaan, maupun perpolitkan, ekonomi, kesejahteraan dan sebagainya, harapan orang mesti begitu setiap tahun berganti,” kata Sultan.