Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Salah seorang petani di Kalurahan Watusigar sedang menyirami tanaman tembakau agar bisa tumbuh subur, belum lama ini. - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mencatat total luas lahan yang ditanami tembakau masih di kisaran 157,4 hektare. Kendati demikian, budi daya tembakau di Bumi Handayani ini sebatas komiditas sementara.
Kapanewon Purwosari menjadi wilayah terluas untuk budi daya karena lahan yang ditanam mencapai 83,2 hektare. Setelah itu ada Kapanewon Panggang seluas 32 hektare, Ngawen 15 hektare, Wonosari 9,4 hektare, Ponjong delapan hektare. Sedangkan untuk Kapanewon Semin seluas lima hektare, Nglipar seluas satu hektare dan Nglipar ada sati hektare yang ditanam tembakau.
Baca Juga:
BLT Cukai Tembakau Rp253,2 Juta Dibagikan kepada 211 Pekerja di Jogja
Budidaya Tembakau di Gunungkidul Masih Belum Maksimal, Ini Datanya
Hasil Panen Bagus, Petani Tembakau Gunungkidul Semingrah
Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Adinoto mengatakan tembakau banyak ditanam saat musim kemarau. Meski demikian, secara budi daya belum banyak karena tidak ditanam di seluruh wilayah.
“Berdasarkan data kami yang ada budi daya tembakau hanya di delapan kapanewon. Purwosari, Panggang dan Ngawen menjadi kapanewon dengan area tanam paling banyak,” kata Adinoto, Selasa (28/11/2023).
Menurut dia, penanaman dilaksanakan saat kemarau. Namun, apabila cuaca tidak mendukung, maka petani enggan menanam dan memilih untuk menanam tanaman pangan.
“Memang masih sebatas komoditas sementara alias lahan biar tidak nganggur saat kemarau,” katanya.
Meski demikian, Adinoto mengakui upaya pendampingan tetap dilakukan. Salah satunya rutin menerjunkan petugas lapangan untuk menyambangi lokasi budi daya dengan tujuan hasil panen tetap dapat dioptimalkan. "Pendampingan terus dilakukan, sama seperti pada saat penanaman tanaman pangan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Presiden Prabowo Subianto memberhentikan sementara Wagub Babel Hellyana terkait kasus pidana. Gubernur kini menjalankan tugas wakil gubernur.
Seluruh kabupaten/kota di DIY mengajukan tambahan kuota Pertalite ke BPH Migas menjelang libur Nataru 2026.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Pemkot Solo menggandeng Gunungkidul lewat Solo Travel Dialogue untuk memperkuat promosi dan meningkatkan kunjungan wisata.
DPRD DIY mengingatkan warga berhati-hati menyerahkan fotokopi KTP saat Pilur untuk mencegah risiko penyalahgunaan data pribadi.