Pembayaran Retribusi Wisata Kaliurang Pakai Non Tunai Mulai Awal 2027
Dinpar Sleman menyiapkan pembayaran non tunai retribusi wisata mulai awal 2027. TPR Kaliurang menjadi lokasi penerapan tahap awal.
Ilustrasi papan larangan di Pantai Parangtritis./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul meminta pengelola destinasi wisata di Bumi Projotamansari segera mempersiapkan langkah antisipasi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi pada awal Desember 2023.
Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menyampaikan beberapa bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di Bantul antara lain banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Untuk itu, instansinya telah mengimbau pengelola destinasi wisata yang berada daerah rawan bencana alam, khususnya di tepi sungai, pesisir laut dan dataran tinggi untuk mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi selama datangnya musim hujan.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengelola desa wisata atau destinasi wisata di Kabupaten Bantul untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya [tanah] longsor dan banjir di lokasi yang dianggap potensial, terutama masyarakat yang berada di pinggir sungai dan daerah perbukitan,” katanya, Rabu (29/11).
Selain itu, untuk meningkatkan keamanan masyarakat dan pengunjung, pengelola destinasi wisata juga diminta memberikan edukasi mengenai potensi bencana yang ada di setiap destinasi wisata kepada masyarakat dan pengunjung.
Kemudian pengelola destinasi wisata diminta untuk melakukan pembersihan drainase atau saluran air dan pengelolaan sampah dengan pemilahan untuk mengantisipasi bencana banjir.
BACA JUGA: Pengelola Wisata di Lereng Gunung Merapi Diingatkan soal Bencana Hidrometeorologi
Sementara itu Kepala Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas mengimbau kepada wisatawan dan pengelola destinasi wisata yang ada disekitar pantai selatan untuk waspadai gelombang tinggi yang terjadi selama musim hujan.
“Saat ini gelombang tinggi hanya sesaat terjadi di perairan, atau laut. Kalau terjadi hujan lebat di atas ada awan kumulonimbus, ini dapat mengakibatkan empasan angin dari awan kumulonimbus yang cukup kenacang dan mengakibatkan gelombang tinggi,” katanya.
Meski begitu, menurutnya untuk berwisata di sekitar pantai masih tergolong aman. Namun, masyarakat dan wisatawan diminta untuk tidak mandi di area pantai. “Ini sifatnya sesaat pada musim hujan. Masih relatif aman asalkan tidak mandi di laut,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinpar Sleman menyiapkan pembayaran non tunai retribusi wisata mulai awal 2027. TPR Kaliurang menjadi lokasi penerapan tahap awal.
SKK Migas menyebut UEA akan mengirim hingga 30 juta barel minyak ke Indonesia tanpa biaya, termasuk modal kerja dan biaya kapal.
OJK membekali sekitar 500 pelajar Sekolah Rakyat dengan literasi keuangan dan keterampilan digital untuk mencegah penipuan serta mengembangkan potensi.
Sri Sultan HB X mendorong pelatihan kerja berbasis potensi kalurahan untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan peluang usaha warga DIY.
Kemarau panjang membuat sungai-sungai kecil di Kulonprogo mengering. BBWS Serayu-Opak menyebut sungai besar masih memiliki debit air.
Simak jadwal, prediksi susunan pemain, kondisi tim, dan analisis laga Fleetwood Town vs Arsenal di Piala Liga Inggris 2026.