Korban PHK 2024-2026 Bisa Ikut Pelatihan Vokasi Kemenaker, Cek Cara Daftar
Kemenaker menargetkan 50.000 pekerja terdampak PHK mengikuti pelatihan vokasi. Simak syarat, dokumen, cara daftar, dan fasilitasnya.
Gunung Merapi terlihat pada Minggu (12/3/2023) / Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman meminta seluruh pengelola destinasi wisata di lereng Gunung Merapi untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi. Hal ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung.
Kepala Dispar Sleman Ishadi Zayid mengatakan permintaan untuk pengelola wisata mewasapadi bencana hidrometeorologi akan disampaikan pada forum yang digelar pada pekan depan. Nantinya para pengelola destinasi wisata yang ada di lereng Gunung Merapi akan dikumpulkan dan diberikan penjelasan terkait antisipasi bencana hidrometrologi.
"Pekan depan kami kumpulkan semua. Kami akan ingatkan mengenai antisipasi bencana hidrometrologi. Karena destinasi di lereng Gunung Merapi ini potensial terkena dampaknya. Untuk itu perlu mitigasi," kata Ishadi, Senin (20/11/2023).
Menurut dia, potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan angin kencang yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrim seperti saat ini tentunya harus disikapi dengan kesiapsiagaan oleh seluruh pengelola destinasi wisata di Sleman.
Adapun destinasi yang wajib meningkatkan kewaspadaan tersebut adalah yang memiliki aktivitas di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dan daerah lereng-lereng.
BACA JUGA: Sultan HB X Dijadwalkan Berikan Arahan kepada Parpol dan Timses Capres-Cawapres
"Nanti kami ingatkan. Kami minta pengelola agar selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan wisatawan," katanya.
Optimistis Target Tercapai
Sementara disinggung mengenai target kunjungan wisata, Ishadi mengatakan pada 2023, Dispar Sleman menargetkan sebanyak 7 juta pengunjung. Sementara hingga akhir Oktober, telah ada 5,9 juta pengunjung ke sejumlah destinasi wisata di Bumi Sembada. Adapun destinasi yang jadi lokasi favorit untuk dikunjungi di Sleman ada Candi Prambanan, Tebing Breksi, kawasan Kaliurang dan sejumlah destinasi di lereng Gunung Merapi. "Saat ini degan sisa waktu yang ada, kami optimistis target akan tercapai," katanya.
Untuk mencapai target kunjungan wisatawan, Ishadi mengaku akan memaksimalkan sejumlah pementasan di sejumlah objek wisata pada musim libur Natal dan Tahun Baru 2024. Sebab, saat ini kalender even dari Dispar telah berakhir.
"Kalender even selesai di Ngayogjazz. Nanti di akhir tahun hanya ada pentas reguler di sejumlah destinasi wisata," ucap Ishadi.
Mengenai jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, Ishadi, sejauh ini tidak banyak jumlahnya. Sebab, wisatawan yang datang ke Sleman didominasi wisatawan domestik. "Untuk itu kami masih mengandalkan wisatawan domestik untuk mencapai target kunjungan wisatawan tahun ini," ucap Ishadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenaker menargetkan 50.000 pekerja terdampak PHK mengikuti pelatihan vokasi. Simak syarat, dokumen, cara daftar, dan fasilitasnya.
DPRD Kota Jogja meminta anggaran 2027 memprioritaskan kebutuhan masyarakat di tengah penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.
SKK Migas menyebut UEA akan mengirim hingga 30 juta barel minyak ke Indonesia tanpa biaya, termasuk modal kerja dan biaya kapal.
OJK membekali sekitar 500 pelajar Sekolah Rakyat dengan literasi keuangan dan keterampilan digital untuk mencegah penipuan serta mengembangkan potensi.
Sri Sultan HB X mendorong pelatihan kerja berbasis potensi kalurahan untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan peluang usaha warga DIY.
Kemarau panjang membuat sungai-sungai kecil di Kulonprogo mengering. BBWS Serayu-Opak menyebut sungai besar masih memiliki debit air.