Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Wakapolri, Komjen Pol Agus Andrianto, berfoto bersama penerima bantuan kesehatan, di ISI Yogyakarta, Rabu (29/11/2023)(Harian Jogja-Lugas Subarkah)
Harianjogja.com, BANTUL—Wakapolri, Komjen Pol Agus Andrianto, memastikan Polri senantiasa bersikap netral termasuk dalam pemilu 2024. Hal ini disampaikannya dalam Cooling System Pemilu 2024 dan Bakti Kesehatan Polda DIY di Gedung Serbaguna ISI Yogyakarta, Rabu (29/11/2023).
Dalam kesempatan ini, Wakapolri mengatakan polisi harus netral dan harus dilaporkan jika ditemukan kasus polisi yang tidak netral. “Apabila ada polisi yang melanggar, laporkan. Sesuai dengan perundang-undangan, Polri netral,” tegasnya.
Baca Juga: Polri Instruksikan Pemasangan Alat Peraga Kampanye Calon Tertentu, Faktanya Seperti Ini
Kunjungan Wakapolri ke Polda DIY adalah dalam agenda melaksanakan perintah Kapolri untuk melakukan pengecekan pelaksanaan Program Quick Wins Presisi Triwulan III dan IV yang dilaksanakan Polda DIY. Salah satu implementasinya yakni Kegiatan Bhakti Kesehatan Bhayangkara.
“Dari laporan yang disampaikan Kapolda DIY, program kegiatan bakti kesehatan, bakti sosial kepada masyarakat sudah banyak sekali dilaksanakan, termasuk bongkar rumah, bantuan sumur, kegiatan operasi katarak, bibir sumbing dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Baca Juga: Perangkat Desa Mendukung Salah Satu Capres-Cawapres, Sultan: Harus Netral!
Wakapolri berharap di manapun anggota Polri berada harus dekat dengan masyarakat dan harus mampu menjadi bagian yang memberi solusi bagi masyarakat. “Polri tidak bisa bekerja sendiri Polri, tentunya dengan menggandeng stakeholder lainnya, seperti pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota, unsur TNI yang ada di wilayah, para penggiat profesi kesehatan,” paparnya.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana menuturkan tujuan dari digelarnya Bakti Kesehatan Bhayangkara adalah membangun kedekatan masyarakat dengan Polri dan meningkatkan peran Polri dalam mendukung program pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat menuju Indonesia Maju.
Baca Juga: Klaim Bakalan Netral, Ini Daftar Kegiatan yang Dilarang Dilakukan Polisi saat Pilpres 2024
Dalam rangkaian Bakti Kesehatan ini dilaksanakan mulai dari MCU bagi calon peserta seleksi recruitmen Polri, penyuluhan dan Yankes Gilut, pemeriksaan dan pemberian 1000 kacamata baca, screnning anemia dan pemberian vitamin, screnning osteoporosis, donor darah, operasi katarak, pengobatan umum dan spesialis, operasi bedah minor dan stunting.
Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat Bantul dan sekitarnya yang memang membutuhkan bantuan kesehatan. “Kami menargetkan hingga 2.410 orang peserta,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa