Pupuk Subsidi Bantul Baru Terserap 70 Persen, Petani Tunggu Musim Tanam
Serapan pupuk subsidi Bantul baru sekitar 70% hingga September 2026. Penebusan diperkirakan meningkat saat musim tanam akhir tahun.
Kepala Desa melakukan demonstrasi/Dok
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta aparat pemerintahan desa di wilayahnya tetap netral selama penyelenggaraan Pemilu berlangsung.
Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu mengingatkan bahwa perangkat desa di wilayahnya sudah mendeklarasikan komitmennya untuk netral selama Pemilu, sehingga tidak lagi ada alasan untuk ikut gerbong salah satu pihak di Pemilu 2024.
Pernyataan Sultan ini merespons deklarasi dukungan perangkat desa yang tergabung dalam beberapa organisasi kepada salah satu pasangan Capres-Cawapres di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sultan menyebutkan, kegiatan itu merupakan ranah dari peserta Pemilu, hanya saja dia memastikan bahwa perangkat desa di wilayahnya harus netral selama Pemilu 2024 berlangsung dengan tidak mendukung salah satu pasangan atau tokoh tertentu.
BACA JUGA: Merasa Cocok dengan NU, Prabowo Subianto: Saya Gusdurian
"Saya tidak bisa berkomentar ya, itu urusan peserta Pemilu tapi saya sudah mendeklarasikan bahwa perangkat desa harus netral. Itu saja," jelas Sultan, Selasa (21/11/2023).
Sultan mengaku konsekuensi atau sanksi yang diberikan kepada perangkat desa yang melanggar aturan tentu akan segera disiapkan.
"Konsekuensi itu nanti akan kita pikirkan, tapi jangan sekarang. Nanti dikira kami mengancam, nanti salah lagi. Jadi itu saja, yang penting semua bisa melaksanakan dan konsisten untuk memegang kesepakatan kita bersama," jelasnya.
Ketua Bawaslu DIY Mohammad Najib menyatakan bahwa, perangkat desa dan seluruh pengurusnya wajib netral selama Pemilu berlangsung. "Mereka harus netral sebab sebagai pelayan publik melayani semua, nggak boleh berpihak. Tentu kalau ada yang melanggar ada konsekuensinya," kata Najib.
Bawaslu, kata dia tetap akan melakukan pemantauan terhadap potensi pelanggaran Pemilu di wilayah setempat. Jangan sampai tidak netralnya aparat pemerintahan membuat penyelenggaraan Pemilu jadi tidak jujur dan cacat oleh tindakan sekelompok orang.
Sampai sekarang pihaknya juga belum menemukan adanya pelanggaran netralitas aparat pemerintahan.
"Kami melakukan mekanisme pengawasan sebagaimana pelanggaran yang lain. Ini memang bukan pelanggaran Pemilu, tapi melanggar ketentuan Undang-undang yang lain. Tentu dalam hal kita menemukan akan direkomendasikan pada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti. Alhamdulillah, kalau di Jogja belum ada laporan," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Serapan pupuk subsidi Bantul baru sekitar 70% hingga September 2026. Penebusan diperkirakan meningkat saat musim tanam akhir tahun.
Ombudsman menemukan dugaan kluster mewah di Lapas Cibinong, lengkap dengan fasilitas khusus. Pihak Ditjenpas masih melakukan pendalaman.
Kementerian PU mendapat anggaran 2027 Rp114,59 triliun. Konektivitas jalan dan jembatan menjadi sektor dengan alokasi terbesar.
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Sepekan dikelola KAI Commuter, KA Bandara YIA melayani hingga 8.000 penumpang per hari saat akhir pekan dengan 50 perjalanan.
Volume sampah Sleman mencapai 15.429 ton hingga pertengahan September 2026. DLH mewaspadai risiko kebakaran saat musim kemarau.