Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Ilustrasi pohon tumbang akibat angin kencang. - Antara/ist/BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, BANTUL—Kejadian angin kencang berpotensi terjadi pada musim peralihan dari musim kemarau ke hujan pada awal Desember 2023. Banyak pohon berpotensi tumbang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, meminta masyarakat waspada.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul Antoni Hutagaol di Bantul, Rabu, mengatakan BPBD sudah mengadakan rapat internal bersama Pusdalops dan tim reaksi cepat (TRC), termasuk koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
"Sudah ada rilis dari BMKG bahwa sampai Desember kondisi hujan masih di bawah normal, jadi tetap hujan, tetapi hujannya tidak terlalu. Yang perlu diwaspadai musim peralihan Desember ini adalah angin kencang," katanya, Rabu (29/11/2023).
Dampak dari angin kencang tersebut, kata dia, adalah pohon tumbang hingga baliho roboh yang tidak kuat diterjang angin kencang, dan bisa membahayakan orang yang ada di bawahnya.
Oleh karena itu, kata dia, imbauan kepada masyarakat Bantul agar meningkatkan kewaspadaan, meski sudah masuk musim hujan, masih awal, sehingga pada masa peralihan musim ini angin kencang justru berpotensi.
BACA JUGA: Kumpulkan Barang Bekas di Gudang Warung, Tukang Rongsok Malah Temukan Puluhan Peluru
"Masyarakat agar bersiap bagaimana pohon-pohon yang sudah rimbun atau sudah tua ditebangi agar kalau ada angin kencang tidak ambruk, sampah- sampah juga dibersihkan karena kalau sudah terjadi hujan, bisa berakibat banjir," katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan pada awal hujan akhir November dan diperkirakan hingga awal Desember nanti intensitas belum tinggi, dampak kekeringan akibat musim kemarau panjang juga masih dirasakan sebagian masyarakat Bantul.
"Jadi, sampai saat ini masyarakat masih banyak yang minta distribusi air, karena situasi masih kering. Setelah itu kita susul juga dengan status jaga banjir, tanah longsor, dan angin kencang hingga Februari 2024," katanya. Menurut dia, ketika musim hujan dengan intensitas tinggi, sebagian wilayah Bantul, terutama selatan rawan tergenang banjir, dan sebagian wilayah yang berada di lereng perbukitan rawan tanah longsor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Nilai SPMB SMA Jogja 2026 jalur domisili wilayah. SMAN 3 Yogyakarta mencatat nilai tertinggi 393,74, disusul SMAN 8 dan SMAN 1.
Petar Sucic mencetak gol spektakuler yang membawa Kroasia unggul 1-0 atas Ghana. Inggris masih bermain imbang tanpa gol melawan Panama di Grup L Piala Dunia 202
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.