2 Bulan Tak Pulang Demi Lawan Leukemia, Kisah Haru Pasien Anak Jogja
Dua anak pejuang leukemia menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. BPJS Kesehatan membantu meringankan biaya terapi sehingga keluarga fokus mendampingi.
Seragam sekolah SD dan SMP - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul mendorong peningkatan dana Bantuan Operasional Sekolah Nasional (BOSNAS) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) untuk tingkatkan kualitas pendidikan dasar.
Kepala Disdikpora Kabupaten Bantul, Isdarmoko menyampaikan saat ini sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri hanya mendapatkan biaya operasional sekolah dari BOSNAS dan BOSDA. Menurutnya, sumber pembiayaan tersebut masih terbatas untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan pada setiap jenjang pendidikan.
Baca Juga: Siswa Diminta Beli Buku Paket, Disdikpora Bantul: Manfaatkan Dana BOS!
“Sementara di [sekolah] negeri ya istilahnya [kualitas pendidikan] standar. Anggaran di sekolah negeri sumber keuangannya dari BOS dan BOSDA, sementara di swasta ada BOS, BOSDA dan SPP,” ujarnya melalui telepon, Jumat (1/12/2023).
Berdasarkan data Disdikpora Kabupaten Bantul alokasi BOSNAS bagi SMP negeri dan swasta mencapai Rp1.150.000 per anak per tahun. Sementara untuk BOSDA SMP negeri Rp650.000 per anak per tahun. Dan dana hibah BOSDA SMP swasta/MTS mencapai Rp278.300 per anak per tahun.
Kemudian dana BOSNAS SD negeri dan swasta mencapai Rp940.000 per anak per tahun. Sementara dana BOSDA SD negeri mencapai Rp550.000 per anak per tahun, dan hibah BOSDA SD swasta mencapai Rp322.500 per anak per tahun.
Menurutnya, beberapa sekolah perlu meningkatkan fasilitas yang ada untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Sehingga, untuk pengadaannya tidak dapat dialokasikan dengan menggunakan sumber pendanaan tersebut.
Baca Juga: Telat Laporkan Dana BOS Rekening Sekolah Diblokir
“Memang itu yang namanya bos dan BOSDA itu kalau dihitung dengan kebutuhan unit cost per siswa per tahun memang belum mencukupi, artinya masih perlu dukungan dari orang tua,” katanya.
Sementara menurut Isdarmoko saat ini banyak orang tua memahami bahwa pendidikan dasar diberikan secara gratis. Sehingga apabila terdapat kekurangan biaya operasional, penggalangan dana untuk kebutuhan tersebut sulit dilakukan.
Baca Juga: Kemendikbudristek Klaim Dana BOS Pendidikan Meningkat
Dengan begitu, menurut Isdarmoko, sekolah negeri cukup kesulitan untuk meningkatkan kualitas pendidikannya apabila dibandingkan dengan sekolah swasta. Menurut dia, skolah swasta dengan sumber pembiayaan yang lebih luas dapat meningkatkan standar kualitas pendidikannya dengan lebih leluasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua anak pejuang leukemia menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. BPJS Kesehatan membantu meringankan biaya terapi sehingga keluarga fokus mendampingi.
CKG 2026 mendeteksi 1 juta kasus hipertensi baru dan 188 ribu diabetes baru. Kemenkes mengimbau masyarakat rutin cek kesehatan setiap tahun.
BGN menyiapkan 1.700 SPPG di wilayah dengan stunting tinggi. Program MBG diprioritaskan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Penumpang pesawat internasional Asia-Pasifik turun 1,1 persen pada Juni 2026. Kenaikan harga avtur memicu tarif tiket lebih mahal dan penyesuaian kapasitas.
Realisasi Dana Keistimewaan Bantul mencapai Rp23 miliar atau 69,9 persen. BPKPAD optimistis target 80 persen terpenuhi sebelum penyaluran tahap III.
Sri Sultan HB X menegaskan AI di industri asuransi harus menjaga martabat manusia. OJK menyebut AI hanya menjadi alat bantu profesional.