Grand Rohan Jogja Hadirkan Kembali Pameran Seni Lukis
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kulonprogo, Ria Harlinawati
Harianjogja.com, KULONPROGO—Proses penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 perlu dilakukan secara ketat dengan mendasarkan pada regulasi yang ada. Dengan begitu, potensi kerawanan yang mungkin merugikan masyarakat dan peserta pemilu dapat diminimalkan.
Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kulonprogo, Ria Harlinawati yakin bahwa pemilu dapat berjalan lancar apabila dalam proses penyelenggaraannya dilakukan secara ketat.
Keyakinan tersebut dilatarbelakangi oleh pengalamannya sebagai wartawan dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulonprogo periode 2018-2023. Namun sebelum itu, dia lebih dulu menjadi Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Kulonprogo 2017.
"Ketika saya di Bawaslu ada catatan hasil pengawasan. Nah, ketika saya pindah ke KPU, catatan-catatan itu coba kami perbaiki dan yang kurang dapat disempurnakan. Tapi prinsipnya, kami bekerja taat pada aturan," kata Ria saat ditemui di Grand Dafam YIA, Senin (4/12).
BACA JUGA: Antisipasi Pelanggaran, KPU Kulonprogo Gelar Kajian Hukum Peraturan KPU
Ria mengaku lebih suka melakukan upaya pencegahan seperti halnya wartawan yang berperan sebagai penjaga demokrasi. Karya tulis berupa berita dianggap menjadi wujud edukasi kepada masyarakat sehingga muncul upaya-upaya mitigasi termasuk ketika pemilu. "Kalau dari masyarakat, peserta pemilu, penyelenggara pemilu, bertindaknya sesuai regulasi yang ada, saya yakin demokrasi yang jujur dan adil atau pemilu yang baik dapat tercapai," katanya.
Perempuan kelahiran Lombok Tengah, 38 tahun silam ini mengaku bahwa pilihan masyarakat dalam Pemilu 2024 akan menentukan arah bangsa. Sekecil apapun suara pemilih, hal itu menjadi wujud harapan kepada pembangunan bangsa. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.