Persiapan Paskah, Gereja Kotabaru Disterilisasi
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Suasana Teras Malioboro 1, Jogja, Sabtu (19/2/2022) malam/Harian Jogja-Sirojul Khafid.\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo mengimbau pedagang Teras Malioboro untuk kembali mengencangkan penerapan Cleanliness Health Safety and Environment Sustainability (CHSE). Instruksi ini bahkan juga turut tercantum pada surat Kemenparekraf yang dikeluarkan beberapa waktu lalu.
Upaya ini perlu dilakukan, menyusul ditemukannya kembali virus Covid-19 pada beberapa waktu terakhir. Apalagi, nantinya Malioboro akan menjadi salah satu lokasi favorit yang akan diserbu wisatawan.
Singgih mengatakan, sejatinya CHSE sudah sejak dulu diterapkan di kawasan Malioboro termasuk di Teras Malioboro. Misalnya, dengan penyediaan fasilitas seperti tempat-tempat cuci tangan di Malioboro. Dia mengakui, beberapa fasilitas itu kini kondisinya tak lagi layak untuk dipakai. Lantaran pandemi Covid-19 yang telah mereda.
"Kita melihat situasi nanti, kita upayakan untuk ada pelayanan (perbaikan) itu. Tapi, masih ada yang proper akan tetap kita optimalkan. Yang masih bagus, kita fungsionalkan kembali," kata Singgih saat ditemui di Balai Kota Jogja, Kamis (14/12).
Selain CHSE, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta protokol kesehatan pada masing-masing individu menurutnya jauh lebih penting. Misalnya penggunaan masker. Singgih mengatakan tak ada imbauan secara khusus. Hanya saja, dia mengajak wisatawan dan pedagang di Malioboro untuk tetap mengenakan masker.
BACA JUGA: GIPI DIY Gelar Rakerda Dorong Wisata Berkelanjutan dan Bertanggung Jawab
Menurutnya, ini adalah salah satu kebiasaan di era pandemi yang baik untuk dilakukan secara terus menerus. "Masker bukan hal yang mewah, tapi kebutuhan. Ketika batuk pakai masker, kalau lebih nyaman silahkan pakai masker. Bukan hal yang aneh untuk menggunakan masker lagi," ujar Singgih.
Dia mengimbau masyarakat tak perlu panik. Singgih meyakini saat ini masyarakat telah memiliki kekebalan tubuh yang baik. Mengingat sebelumnya telah dilakukan vaksinasi bahkan hingga dosis booster. Namun, jika merasa tidak sehat masyarakat juga diminta untuk mengakses fasilitas layanan kesehatan.
"Seluruh fasilitas kesehatan di Kota Jogja siap untuk bisa menangani itu," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.