Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Ilustrasi ketersediaan bahan pangan - ist/Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memastikan ketersediaan bahan pangan pokok di wilayahnya aman menghadapi masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Tim bersama pemerintah kabupaten/kota sudah memantau harga dan kondisi bahan pangan di lapangan, sehingga dipastikan cukup untuk kebutuhan warga dan wisatawan.
Sekda DIY Beny Suharsono menyampaikan secara umum pasokan pangan di wilayahnya aman. "Dari sisi permintaan dan suplai dalam kategori aman juga. Berdasarkan catatannya apabila konsumsi sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan pasti selalu stabil. Jangan sampai terjadi panic buying karena akan pengaruh ke tingkat inflasi," katanya, Kamis (14/12/2023).
Menurut Beny, di beberapa kabupaten/kota memang terdapat perbedaan harga untuk beberapa komoditas, tetapi tidak ekstrem. "Terjadi sedikit kenaikan volume permintaan tapi masih stabil. Kita sudah koordinasi lintas wilayah untuk menjaga pasokan semisal beras dan komoditas pangan penting lainnya agar aman," ujarnya.
Beny mengakui bahwa harga cabai masih cukup tinggi di wilayahnya. Bahkan cukup tinggi dan stabil sejak beberapa bulan terakhir.
"Itu akibat kemarin kemarau panjang, kebiasaan kita tanam bareng-bareng sehingga suplai yang diciptakan ga bisa dibendung. Kami sudah dorong agar pakai teknologi sehingga rantai pasok itu terjaga terus," katanya.
BACA JUGA: Pengin Balik Lagi ke Area Pedestrian, Pedagang Teras Malioboro Gelar Demo di Kepatihan
Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY Yuna Pancawati menerangkan pantauan harga sudah dilakukan dan ketersediaan pangan di sejumlah kabupaten/kota pada 4 Des sampai 12 Desember di seluruh kabupaten kota. "Di Sleman kenaikan terdapat pada cabai merah besar sementara bawang putih turun," jelasnya.
Sedangkan di Kulonprogo harga stabil secara umum, tetapi harga yang masih tinggi ada pada cabai rawit merah dan cabai merah keriting. Di Gunungkidul yang stabil tinggi masih pada cabai. Kota Jogja bawang, cabai, dan daging ayam mulai sedikit naik harganya. Sementara di Bantul sedikit ada kenaikan harga untuk beberapa komoditas penting.
Kepala Disperindag DIY Syam Arjayanti menjelaskan, harga cabai cenderung turun per hari ini dengan kisaran Rp3.000-Rp4.000 per kilogram. "Artinya yang kita takutkan bisa sampai Rp100.000/kg kilogram tidak terjadi. Sementara harga yang lain masih stabil. Kita juga sudah masif melaksanakan pasar murah," jelasnya.
Menurut Syam, LPG 3 kilogram juga cukup dan pihaknya sudah menambah usulan pasokan. Sebab kebutuhan industri pengolahan akan sangat banyak di masa itu terutama UMKM.
"Harga juga tidak ada kenaikan. Bahkan banyak tumbuh pangkalan baru untuk LPG 3 kg. Setiap hari akan kita lihat perkembangan harga di empat pasar pantauan. Ketika kita melihat data stok di pedagang kita, tidak ada perubahan yang signifikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
Warga Padukuhan Karang menolak tambang pasir Sungai Progo. DPRD Kulonprogo mendesak Pemkab hadir, sementara Wabup mengaku sudah mediasi.
Wamenkes Dante Saksono menyebut layanan BPJS akan disetarakan dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal dan prioritas penyakit katastropik.
KPK mengecek aset glamping 1,5 hektare di Ciater, Subang, yang diduga milik polisi Yayat Sudrajat dan terkait kasus suap Pemkab Bekasi.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.