Pantai Sigandu Tergerus Rob, Sepertiga Aset Wisata Batang Terdampak
Abrasi dan rob merendam dua hektare kawasan Pantai Sigandu Batang. Pemkab fokus menanam mangrove dan menyiapkan pemulihan kawasan wisata pada 2027.
Pernikahan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus pernikahan dini di Gunungkidul mencapai ratusan kasus, per November 2023. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Kabupaten Gunungkidul, mengintensifkan sosialisasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan pencegahan pernikahan dini kepada pelajar di tingkat sekolah menengah atas.
Kepala Dinsos P3A) Gunungkidul Asti Wijayanti di Gunungkidul, Jumat, mengatakan mulai November dan puncaknya hari ini, ada dua kegiatan utama yakni sosialisasi pencegahan pernikahan dini dan pencegahan TPPO pada tiga SMA, salah satunya SMA 2 Wonosari.
Kasus pernikahan dini di Gunungkidul sendiri, kata dia, terus meningkat. Terakhir pada November mencapai 172 kasus.
"Untuk TPPO belum ada laporan, namun tetap menjadi perhatian bersama. Seringnya menjadi penyebab utama terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak yakni kemiskinan dan rendahnya pendidikan," kata Asti.
Salah satu upaya untuk menekan kasus tersebut, kata dia, Dinsos P3A menandatangani kerja sama dengan Pengadilan Agama Wonosari tentang layanan konseling dalam perkara dispensasi kawin, permohonan rekomendasi dalam perkara pengangkatan anak langsung, dan pendampingan terhadap perempuan korban kekerasan dalam perkara perceraian.
BACA JUGA: Pengumpulan Data Lokasi Pengguna Maps Dihentikan Google, Tingkatkan Privasi Pengguna
"Kami harap dengan kerja sama ini dapat menekan tingginya angka kasus di Gunungkidul," katanya. Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan tidak hanya kemiskinan dan pendidikan, namun juga pengaruh dari media sosial.
"Tidak sedikit anak-anak kita, bahkan orang tuanya yang terjerat kasus karena media sosial, seperti salah salah satunya penipuan, hoaks, dan diskriminasi," katanya.
Bupati juga berpesan kepada siswa SMA 2 Wonosari Gunungkidul yang turut menjadi peserta acara untuk memiliki cita-cita setinggi mungkin.
"Gantungkan cita-citamu setinggi mungkin, fokus ke sekolah dan pendidikan terlebih dahulu, karena kalian generasi-generasi emas penerus bangsa ke depan dan menjadi pemimpin-pemimpin di negeri ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Abrasi dan rob merendam dua hektare kawasan Pantai Sigandu Batang. Pemkab fokus menanam mangrove dan menyiapkan pemulihan kawasan wisata pada 2027.
Tulus merilis single Teh Hijau yang langsung disambut antusias penggemar dan mendapat pujian dari Fiersa Besari.
Analisis mengungkap tiga penyebab utama Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2026, mulai dari taktik Julian Nagelsmann hingga hilangnya identitas permainan.
KA Bandara YIA berbasis PSO melayani sekitar 140.000 penumpang melalui Stasiun Wates selama semester I 2026, memperkuat konektivitas DIY.
Pemkot Magelang menyalurkan bantuan pangan kepada 201 balita stunting sekaligus mencanangkan Gerakan Stop Boros Pangan.
Jogging Track Lapangan Paseban Bantul telah mencapai progres 90 persen dan ditargetkan rampung akhir Juni sebelum dibuka untuk masyarakat.