Desil DTSEN Tak Bisa Langsung Berubah, Warga Bantul Harus Tunggu 3 Bulan
Desil DTSEN di Bantul tidak bisa langsung diubah. Dinsos menyebut warga harus menunggu hingga tiga bulan setelah mengajukan koreksi data.
Suasana peluncuran dan diskusi film mini series Tahu Gibran? Sabtu (16/12/2023). - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Film mini seri Tahu Gibran? diluncurkan secara eksklusif pada Sabtu (16/12/2023). Film pendek yang mengangkat kehidupan dengan nuansa pedesaan ini bercerita seputar kehidupan sehari-hari masyarakat desa lengkap dengan masalah dan pergulatan hidup.
Produser Tahu Gibran? The Series, Setiya menjelaskan, ide film mini series ini bermula saat dirinya ingin maju sebagai caleg DPR RI. "Biasanya kalau dengar kata caleg kan orang mintanya kaos dan tanya kapan sosialisasi, saya sampai sekarang belum dan hanya buat baliho bergambar tahu di Wates. Makanya saya ketika datang membawa embel-embel caleg tentu ada yang menagih, saya tidak mau seperti itu," katanya.
Menurut Setiya, saat dirinya berkeliling menemui masyarakat ada satu kesamaan dan ketakutan yang muncul yakni masyarakat tidak mau dilupakan setelah wakil rakyat terpilih pada Pemilu nanti. "Maksudnya ketika sesudah pemilihan tentu rakyat tidak mau dilupakan. Maka kita terpikir soal tahu dan menggagas film mini serie ini," ujarnya.
Setiya menerangkan, pengambilan judul dan tema soal tahu bermakna dua hal. Pertama tahu identik dengan makanan rakyat yang mengandung protein yang dibutuhkan tubuh. Tahu lokal sangat kaya dengan protein, bukan impor itu lah yang dianggapnya sebagai cerminan demokrasi kita.
"Saya janji untuk tidak pakai money politics dalam kampanye. Ketika saya ketemu Arifin (sutradara) digagas lah soal tahu, agar masyarakat tahu apa yang dipilihnya ke depan. Tentu tidak hanya dengan film saja, tapi ini salah satu ide dan kreativitas saya untuk meramaikan Pemilu," ungkap Caleg DPR RI dari partai Golkar ini.
BACA JUGA: Jelang Debat Cawapres, Berikut Hasil Survei Masing-masing Pasangan Capres
Dia berharap film ini direspons positif oleh masyarakat. Selain itu, peluncuran film ini juga diharapkan membuat aspirasi masyarakat akar rumput tersampaikan berikut keluh kesahnya. "Kita ingin membangun mental tahu, dia kan setia mau diapa-apain ya tetap tahu. Tahu juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat mulai dari kedelai, produksi dan produk turunannya. Dari satu komoditas aja kita bisa menggerakkan banyak hal, dia menjadi cerminan demokrasi," ucapnya.
Film mini serie Tahu Gibran? mengangkat soal kehidupan keseharian masyarakat desa. Pengambilan gambar dilakukan di salah satu wilayah di DIY. Film ini fokus bercerita tentang keluarga kecil yakni Satiyo dan Rukmini yang mempunyai anak bernama Gibran. Banyak sekuel dan adegan yang menampilkan tahu dalam film yang dikemas dengan sedikit jenazah ini.
Sutradara Tahu Gibran? The Series, Arifin Notonegoro menjelaskan, hari ini pemutaran eksklusif film dengan tujuh episode itu bisa disaksikan secara langsung dan terbatas. Satu episode hanya kurang lebih berdurasi 5 menit. Serial ini akan tayang di Youtube secara berkala.
"Sebagian besar pemain merupakan para warga biasa dan bukan aktor atau aktris profesional. Proses produksi berjalan selama dua bulan mengambil suatu wilayah di Jogja. Karena bekerja sama dengan aktor-aktor baru tantangannya jadi lebih menarik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desil DTSEN di Bantul tidak bisa langsung diubah. Dinsos menyebut warga harus menunggu hingga tiga bulan setelah mengajukan koreksi data.
Jadwal lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Catat laga melawan Singapura, Malaysia, dan Bangladesh serta jadwal final.
Daftar harga ban mobil September 2026 dari BF Goodrich, Bridgestone, Dunlop hingga Pirelli, mulai Rp489 ribuan per unit.
Gelombang tinggi membuat nelayan Kulonprogo berhenti melaut tiga bulan. Kini mereka kembali melaut, tetapi aktivitas masih terbatas.
Han So Hee ingin menikah sebelum usia 40 tahun dan memiliki anak. Ia bahkan siap vakum dari dunia hiburan demi mendampingi anak.
Ganfan Yingying, kreator konten makanan dengan 1,2 juta pengikut, meninggal di usia 24 tahun akibat kebiasaan memuntahkan makanan. Simak pesan terakhirnya!