Jembatan Berjo Sidoluhur Rampung, Swadaya Warga Tembus Rp155 Juta
Jembatan Berjo di Sidoluhur rampung berkat kolaborasi BKK Rp224 juta dan swadaya warga Rp155 juta, memperkuat akses dan konektivitas.
Pengendara sepeda motor roda tiga pengangkut sampah melintas di kompleks TPAS Wukirsari, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (20/12/2023)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul melalui UPT Kebersihan dan Pertamanan mengklaim tonase sampah di kawasan pantai mulai meningkat menjelang libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru). Guna mengantisipasi ledakan sampah maka UPT telah menerapkan kesiapsiagaan selama 24 jam.
Kepala UPT Kebersihan dan Pertamanan Gunungkidul, Heri Kuswantoro mengaku sampah di kawasan pantai di Bumi Handayani meningkat menjelang libur Nataru. Hanya saja dia tidak memberi data jumlah tonase sampah khusus pada Desember 2023. “Menurut informasi yang saya dapat sampah di pantai mulai meningkat. Itu sampah dari liburan sekolah,” kata Heri, Rabu (20/12/2023).
Heri menambahkan guna mengatasi ledakan sampah di seluruh taman dan kawasan wisata utamanya pantai, UPT telah menyiagakan petugas secara bergantian selama 24 jam sampai pekan pertama Januari 2024.
Petugas yang ada di UPT mencapai 144 orang. Armada sampah yang dimiliki UPT sebanyak 20 unit dengan rincian dua unit roda empat, lima arm roll, dan sisanya dump truck.
Di beberapa pantai, UPT telah menyediakan kontainer guna menampung sampah-sampah. Guna mengelola sampah agar tidak berserakan atau terbawa ombak, UPT bekerja sama dengan kelompok sadar wisata setempat (pokdarwis). “Malam Tahun Baru kami mulai bergerak. Jam 01.00 WIB itu kami sudah mulai membersihkan sampah-sampah. Pagi sudah bersih,” katanya.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Gunungkidul, Eko Suharso Prihantoro mengatakan jajarannya memiliki tugas untuk memberi edukasi dan imbauan kepada masyarakat guna mengelola sampah secara mandiri ketika libur Nataru. “Tahun baru ada titik-titik tertentu yang perlu diawasi seperti alun-alun dan kawasan Pantai Krakal dan Kukup, yang besar-besar,” kata Eko.
BACA JUGA: Dispar Bantul Antisipasi Penumpukan Sampah di Parangtritis Selama Libur Nataru
Eko menambahkan edukasi dilakukan melalui kader lingkungan. Mereka langsung menyasar tiap dusun di Gunungkidul. Salah satu target kader lingkungan adalah pembentukan bank sampah.
Sampai saat ini, Kabupaten Gunungkidul memiliki sekitar 210 bank sampah yang tersebar di seluruh kapanewon/kecamatan.
Apabila melihat tonase sampah bulan Desember 2022 dan Januari 2023 maka setidaknya Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari akan menerima sekitar 3.000 ton sampah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Berjo di Sidoluhur rampung berkat kolaborasi BKK Rp224 juta dan swadaya warga Rp155 juta, memperkuat akses dan konektivitas.
Sigit Mustofa memimpin Warkaban periode 2026–2029 dengan fokus memperkuat organisasi, kolaborasi, dan kontribusi diaspora Bantul bagi masyarakat.
Menhut Raja Juli Antoni mendorong sektor kehutanan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru melalui konsep green growth tanpa mengabaikan kelestarian hutan.
BKAD Sleman mengajukan pemblokiran rekening yang dipakai dalam penipuan berkedok tagihan pajak daerah. Warga diminta hanya membayar lewat kanal resmi.
Kelurahan Wirobrajan menggencarkan Gerakan Bapak Asuh Trotoar melalui sosialisasi door to door untuk menjaga trotoar tetap bersih, rapi, dan nyaman.
Ribuan lansia masuk daftar tunggu sekolah lansia di Kota Jogja. Tingginya minat membuat Pemkot berupaya menambah sekolah baru.