QRIS Tap Belum Bisa Digunakan untuk iPhone, Ini Penjelasannya
Pembayaran menggunakan QRIS Tap ini berlaku sejak 30 Oktober 2025 bagi pengguna Android yang memiliki fitur NFC (Near Field Communication)
Foto ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan faktor penyebab cuaca panas yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia seperti Jawa dan Nusa Tenggara.
Cuaca panas yang terjadi akhir-akhir ini menimpa sejumlah wilayah di Indonesia seperti Jawa dan Nusa Tenggara. Desember yang seharusnya full hujan, malah menunjukkan tanda-tanda musim kemarau kembali melanda.
Padahal pada minggu-minggu awal Desember 2023, hujan sudah sempat datang. Namun, kini cuaca panas lebih mendominasi.
Terkait dengan hal ini, BMKG menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengarah ke sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Papua, Sulawesi, dan Maluku selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
"Potensi cuaca ekstrem yang terjadi selama pekan nataru disebabkan oleh aktivitas pola tekanan rendah di Laut Cina Selatan. Keberadaan pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan secara tidak langsung turut membentuk pola pertemuan serta belokan angin dan menyebabkan terjadinya peningkatan awan hujan di sekitar Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi," ucap Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, dikutip dari situs resmi BMKG, Kamis (21/12/2023).
Prediksi Musim Hujan di Indonesia
Guswanto pun mengatakan bahwa berdasarkan analisis terbaru BMKG, wilayah Jawa dan Nusa Tenggara memiliki peningkatan potensi curah hujan pada 23 Desember 2023 mendatang.
"Potensi peningkatan curah hujan di wilayah Jawa-Nusa Tenggara yang dapat terjadi mulai tanggal 23 Desember 2023 mendatang," ucapnya.
Kemudian mengutip dari Buletin Informasi Iklim Desember yang diterbitkan BMKG pada 14 Desember 2023, hujan diprediksi akan turun dengan deras pada Januari 2024.
"Pada Januari-Maret 2024 mendatang, wilayah Indonesia umumnya diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah hingga tinggi," tulis laporan BMKG.
Kemudian memasuki Februari 2024, intensitas hujan akan meningkat. 65,43% wilayah akan mengalami hujan intensitas menengah dan 31.81% mengalami hujan intensitas tinggi hingga sangat tinggi.
Melansir dari situs bmkg.go.id, laporan pada 18 Desember 2023 menandakan bahwa kondisi suhu panas dan cukup terik pada siang hari terjadi di beberapa wilayah terutama di sekitar selatan ekuator.
Kondisi cuaca panas tersebut secara umum dipicu oleh dominasi cuaca cerah pada siang hari di sebagian besar wilayah di Jawa hingga Nusa Tenggara.
"Berdasarkan citra satelit cuaca terlihat dalam beberapa hari terakhir di wilayah Jawa atau Indonesia bagian selatan tidak terdapat tutupan awan, sehingga sinar matahari intens/optimum langsung ke permukaan Bumi," tulis mereka.
Cuaca panas juga muncul karena pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah Jawa-Nusa Tenggara rendah di sekitar Laut China Selatan, yang menyebabkan aliran massa udara basah ke arah selatan ekuator berkurang.
BACA JUGA: Kemarau Panjang, Belum Ada Laporan Kekeringan di Kota Jogja
Akibatnya, kandungan uap air menjadi sedikit di selatan ekuator, sehingga hujan masih langka. "Kandungan uap air yang sedikit di selatan ekuator menyebabkan kurangnya pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa-Nusa Tenggara sehingga sinar matahari secara intens langsung ke permukaan bumi di wilayah tersebut," jelas mereka.
Di sisi lain, keberadaan pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan tersebut juga secara tidak langsung turut membentuk pola pertemuan serta belokan angin. Hal ini justru menyebabkan terjadinya peningkatan pertumbuhan awan hujan di sekitar Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
"Sehingga dalam sepekan terakhir hujan intensitas lebat masih terjadi di sebagian wilayah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pembayaran menggunakan QRIS Tap ini berlaku sejak 30 Oktober 2025 bagi pengguna Android yang memiliki fitur NFC (Near Field Communication)
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.