Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Petugas melakukan ramp check pada bus yang datang dan berangkat di Terminal Tipe A Giwangan, Kamis (21/12/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (nataru), Balai Pengelola Transportasi Daerat (BPTD) Direktorat Jendral Perhubungan Darat mengintensifkan ramp check, salah satunya di Terminal Tipe A Giwangan.
Kepala Terminal Tipe A Giwangan, Sigit Saryanto, menjelaskan ramp check dilaksanakan rutin setiap hari. Khusus menjelang libur Nataru ini, ramp check diintensifkan dengan penambahan jumlah armada yang diperiksa. “Kalau biasanya 10-20 bus, jelang libur Nataru ini sampai 40 bus,” katanya, Kamis (21/12/2023).
Hal ini dilakukan karena saat libur Nataru, banyak Perusahaan Otobus (PO) yang mengoperasikan semua armadanya termasuk bus cadangan dan bus pariwisata untuk penumpang reguler. “Tujuannya untuk keselamatan penumpang. Kedua memberikan kenyamanan penumpang bahwa bus laiak jalan, memenuhi persyaratan teknis maupun kelaikan kendaraan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan ramp check selama tiga hari mulai Selasa-Kamis (19-21/12/2023), totalnya ada 81 bus yang diperiksa dengan rincian Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) 20 laik dan sembilan tidak laik, Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) tiga laik dan tiga tidak laik, bus pariwisata tujuh laik semua.
“Yang tidak laik kita tunda perjalanan sambil kami beri kesempatan untuk memperbaiki persyaratan teknisnya. Setelah terpenuhi atau dibetulkan dipersilahkan jalan. Misalnya ban halus harus diganti, spion pecah, sabuk pengaman tidak berfungsi baik, baut roda kurang, fungsi lampu tidak normal, tidak ada palu pemecah kaca, alat pemadam api ringan tidak berfungsi,” paparnya.
Selain ramp check, dilakukan pula tes kondisi kesehatan bagi para sopir dan kru bus. Dalam tes ini sekitar 60 sopir dan kru bus diambil sampel urin dan tekanan darahnya. “Untuk antisipasi human error, ini penting karena salah satu faktor paling besar penyebab kecelakaan, manusia itu sendiri,” ungkapnya.
BACA JUGA: Dishub Bantul Lakukan Ramp Check, Ada Bus Izin Trayeknya Kedaluwarsa
Menjelang libur Nataru ini peningkatan penumpang dan bus yang datang dan berangkat di Giwangan sudah terlihat mulai Rabu (20/12/2023). “Sudah ada peningkatan bus tujuh persen. Penumpang meningkat antara 12-15 persen,” kata dia.
Peningkatan ini terjadi baik keberangkatan maupun kedatangan, karena sejumlah kampus mulai libur. Ia memperkirakan puncaknya terjadi pada Jumat (22/12/2023). “Habis natal tahun baru juga ada peningkatan sekitar tanggal 2 Januari 2024,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Penjualan Daihatsu kuartal III 2026 mencapai 37.167 unit, tumbuh 10%. Gran Max Series menjadi model dengan penjualan tertinggi.
Malioboro Run 4 Oktober berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. KAI mengimbau penumpang Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan datang lebih awal.
Kebakaran TPA Jatibarang mulai terkendali, tetapi 20% titik api masih tersisa. Petugas terus mendinginkan tumpukan sampah hingga kedalaman 10 meter.
Kemkomdigi menilai notifikasi masa aktif belum cukup melindungi nilai ekonomi sisa kuota internet pelanggan sesuai amanat putusan MK.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 4 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.