Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Petugas melakukan ramp check pada bus yang datang dan berangkat di Terminal Tipe A Giwangan, Kamis (21/12/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (nataru), Balai Pengelola Transportasi Daerat (BPTD) Direktorat Jendral Perhubungan Darat mengintensifkan ramp check, salah satunya di Terminal Tipe A Giwangan.
Kepala Terminal Tipe A Giwangan, Sigit Saryanto, menjelaskan ramp check dilaksanakan rutin setiap hari. Khusus menjelang libur Nataru ini, ramp check diintensifkan dengan penambahan jumlah armada yang diperiksa. “Kalau biasanya 10-20 bus, jelang libur Nataru ini sampai 40 bus,” katanya, Kamis (21/12/2023).
Hal ini dilakukan karena saat libur Nataru, banyak Perusahaan Otobus (PO) yang mengoperasikan semua armadanya termasuk bus cadangan dan bus pariwisata untuk penumpang reguler. “Tujuannya untuk keselamatan penumpang. Kedua memberikan kenyamanan penumpang bahwa bus laiak jalan, memenuhi persyaratan teknis maupun kelaikan kendaraan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan ramp check selama tiga hari mulai Selasa-Kamis (19-21/12/2023), totalnya ada 81 bus yang diperiksa dengan rincian Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) 20 laik dan sembilan tidak laik, Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) tiga laik dan tiga tidak laik, bus pariwisata tujuh laik semua.
“Yang tidak laik kita tunda perjalanan sambil kami beri kesempatan untuk memperbaiki persyaratan teknisnya. Setelah terpenuhi atau dibetulkan dipersilahkan jalan. Misalnya ban halus harus diganti, spion pecah, sabuk pengaman tidak berfungsi baik, baut roda kurang, fungsi lampu tidak normal, tidak ada palu pemecah kaca, alat pemadam api ringan tidak berfungsi,” paparnya.
Selain ramp check, dilakukan pula tes kondisi kesehatan bagi para sopir dan kru bus. Dalam tes ini sekitar 60 sopir dan kru bus diambil sampel urin dan tekanan darahnya. “Untuk antisipasi human error, ini penting karena salah satu faktor paling besar penyebab kecelakaan, manusia itu sendiri,” ungkapnya.
BACA JUGA: Dishub Bantul Lakukan Ramp Check, Ada Bus Izin Trayeknya Kedaluwarsa
Menjelang libur Nataru ini peningkatan penumpang dan bus yang datang dan berangkat di Giwangan sudah terlihat mulai Rabu (20/12/2023). “Sudah ada peningkatan bus tujuh persen. Penumpang meningkat antara 12-15 persen,” kata dia.
Peningkatan ini terjadi baik keberangkatan maupun kedatangan, karena sejumlah kampus mulai libur. Ia memperkirakan puncaknya terjadi pada Jumat (22/12/2023). “Habis natal tahun baru juga ada peningkatan sekitar tanggal 2 Januari 2024,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.
Sapi Mbah Iran milik peternak Bantul terpilih jadi hewan kurban Presiden Prabowo dengan harga Rp90 juta.