Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Suasana panen perdana melon Wanadelima Mandiri Farm yang hasilnya dibagikan ke masyarakat sekitar. Dok Istimewa.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kelompok petani di Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Wanadelima Mandiri menyelenggarakan panen perdana melon dan pelepasan domba sebanyak 200 ekor di lahannya. Kegiatan tersebut menandai ikhtiar kelompok ini untuk memulai kawasan agrowisata edukasi di wilayahnya.
Tak hanya melon, Wanadelima Mandiri juga menanam pertanian semangka, anggur, pepaya, alpukat durian, hingga cabai. Tak hanya pertanian, kelompok ini juga mengelola peternakan domba dengan total kapasitas 400 ekor.
Luas lahan yang digunakan Wanadelima Mandiri seluas 7,5 hektare. Peternakan domba yang dikembangkan menggunakan sistem terbuka atau domba dibiarkan bebas berkeliaran di area khusus yang kaya akan tumbuhan pakan ternak. Koordinator lapangan Wanadelima Mandiri, Joko Triyono menjelaskan sistem pertanian dan peternakan tersebut dilakukan dengan sistem bagi hasil yang sebagian besar digarap petani lokal di Pengasih.
"Keuntungannya nanti dibagi rata dengan masyarakat, yang kami fokuskan nanti wisata perkebunan yang terintegrasi dengan baik dimana pemandangan yang dihadirkan sangat indah dan menarik," terang Joko pada Senin (1/1/2023).
Baca Juga
Musim Tanam, Petani Kulonprogo Diminta Mempercepat Masa Tanam
Dongkrak Produksi Pertanian, Pemkab Kulonprogo Berikan Bantuan Traktor
Musim Tanam Padi di Nanggulan Kulonprogo Mundur, Ini Dampaknya
Total terdapat 30 petani lokal yang tergabung, jelas Eko, dalam Wanadelima Mandiri ini. "Tak hanya sistem bagi hasil, akan ada juga transfer pengetahuan dan teknologi pertanian yang memadai yang akan meningkatkan kapasitas para petani," ujarnya.
Lantaran fokus perkembanganya jadi agrowisata edukasi, lanjut Joko, kedepan yang akan diuntungkan dengan Wanadelima Mandiri juga masyarakat Pengasih secara umum. "Karena akan meningkatkan kunjungan wisata ke Pengasih, maka secara langsung masyarakat sekitar akan berdampak positif dari perkembangan ekonominya," terangnya.
Sistem pertanian yang diterapkan Wandaelima Mandiri, sambung Eko, juga sudah tersertifikasi Kementerian Pertanian. "Sertifikat ini menjamin kualitas hasil pertanian, dan edukasi yang akan ditawarkan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.