Identitas 11 Bayi di Pakem Sleman Masih Ditelusuri
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Petani menerima traktor di depan halaman Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo pada Senin (04/12/2023). Traktor tersebut merupakan bantuan dari Pemkab Kulonprogo yang bertujuan agar petani dapat meningkatkan hasil produksi pertanian mereka./ Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) memberikan bantuan lima traktor rotary, empat kultivator, dan satu traktor capung. Bantuan tersebut menjadi upaya Pemkab untuk mendongkrak hasil produksi pertanian.
Sekda Kulonprogo, Triyono mengatakan bantuan tersebut bersumber dari APBD Perubahan 2023 dan Dana Insentif Fiskal (DIF). Dia berharap alat dan mesin pertanian tersebut dapat mengoptimalkan hasil pertanian.
“Harapan Pemkab, hasil produksi pertanian oleh petani meningkat dengan adanya bantuan ini. Paling tidak masa garap lahan semakin pendek waktunya sehingga bisa berlanjut ke pengelolaan lahan,” kata Triyono ditemui di DPP Kulonprogo, Senin (04/12/2023).
Triyono mengimbau agar bantuan tersebut dirawat dan dimanfaatkan seoptimal mungkin. Pasalnya masih banyak kelompok tani yang belum menerima bantuan karena keterbatasan anggaran. Meski begitu, kelompok tani (KT) yang mendapat bantuan tersebut dapat meminjamkan traktor ke KT lain.
Kepala DPP Kulonprogo, Drajad Purbadi mengatakan tidak semua kelompok tani di Kulonprogo memiliki alat dan mesin pertanian (alsintan).
“Dengan alsintan yang hari ini kami berikan, pengolahan lahan sawah lebih efisien dan efektif. Selama ini kan menunggu [gantian sewa],” kata Drajad.
BACA JUGA: Tujuh Kelompok Tani di Kulonprogo Menerima Bantuan Traktor Roda Dua
Drajad mengatakan dengan adanya alsintan seperti traktor, durasi pengolahan tanah dapat diperpendek dari satu bulan menjadi lima belas hari.
Dia juga menerangkan ada bantuan stimulan bagi kelompok wanita tani (KWT) melalui program Pemberdayaan Petani dan Pedesaan. Bantuan senilai Rp240 juta untuk delapan KWT tersebut dapat digunakan untuk membeli bibit sampai pupuk organik. Dengan begitu, masyarakat dapat menjamin ketersediaan pangan di kelompok dan keluarganya.
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kapanewon Sentolo, Hendro Santoso mengatakan traktor rotary dapat digunakan untuk mengolah tanah padi dan hortilutura seperti bawang merah dan cabai.
“Kelompok tersebut [Jlegong Kantaran] belum mendapatkan. Lalu yang kelompok wanita tani [KWT] tadi diprioritaskan untuk yang berada di daerah miskin dan stunting. Itu juga KWT belum pernah mendapat bantuan,” kata Hendro.
Sekretaris KT Jlegong Kantaran, Sukirman mengatakan bantuan yang telah diberikan akan sangat bermanfaat.
"Alsintan ini sangat bermanfaat bagi petani pada pengolahan tanah kering untuk persiapan tanam polowijo dan holtikultura dan semoga menambah penghasilan dari petani," kata Sukirman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Pria asal Magelang yang hanyut di Sungai Progo ditemukan meninggal di Kalibawang, Kulonprogo setelah dua hari pencarian.
Motor sering brebet saat digas? Kenali delapan penyebab utamanya dan cara mudah mengatasinya agar mesin motor kembali bertenaga dan awet setiap hari.
Box office Korea Selatan, film zombie 'Colony' tembus 2 juta penonton hanya dalam 5 hari. Ini sinopsis dan daftar bintangnya.
Aksi pembubaran ibadah di Gereja Misi Sejahtera (GMS), Panggungharjo, Sewon, Bantul yang viral di media sosial menuai beragam tanggapan.
Cedera Mees Hilgers di FC Twente berujung perpanjangan kontrak hingga 2027 setelah sempat ingin hengkang dari klub Belanda tersebut.