Gunungkidul Targetkan 20 Cagar Budaya Baru, 15 Sudah Dikaji
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Ilustrasi investasi - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Nilai investasi di Kabupaten Gunungkidul hingga September 2025 mencapai Rp687,6 miliar dan menyerap 15.781 tenaga kerja
Penata Perizinan Ahli Madya Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gunungkidul, Mugiyanto, menjelaskan bahwa rekapitulasi data investasi dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sekali.
“Rekap investasi dilaksanakan setiap tiga bulan. Jadi, untuk triwulan IV 2025 baru akan diketahui hasilnya pada awal Januari 2026 mendatang,” ujar Mugiyanto saat dihubungi, Jumat (19/12/2025).
Berdasarkan data yang dihimpun, total modal yang tertanam di Gunungkidul mencapai Rp687.622.087.245. Investasi ini bersumber dari dua jalur pelaporan utama:
Online Single Submission (OSS): Mencatat investasi sebesar Rp549.348.913.700 dengan penyerapan 15.230 tenaga kerja.
Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) mencatat investasi sebesar Rp129.273.173.545 dengan penyerapan 551 tenaga kerja.
Mugiyanto menekankan bahwa tingginya nilai investasi ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal melalui terciptanya lapangan kerja baru.
Hingga saat ini, sektor pertanian dan peternakan masih menjadi primadona bagi para pemilik modal.
Di bidang ini, para investor telah menanamkan modalnya ke Gunungkidul mencapai Rp163.277.941.485.
Di susul berikutnya ada sektor pariwisata dengan nilai invesatasi masuk sebesar Rp159.751.727.198. Selanjutnya ada sektor perdagangan dengan nila Rp115.979.843.749.
Di posisi keempat, investasi terbesar disumbang dari sektor kesehatan dengan nilai modal yang ditanamkan di Gunungkidul sebesar Rp89.901.213.562 dan sektor Perindustrian sebesar Rp79.564.049.751.
“Sektor pertanian dan peternakan paling diminati, khususnya untuk jenis usaha ternak ayam petelur, ayam pedaging, dan pembibitan,” tambah Mugiyanto.
Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Agung Danarko, menyatakan komitmennya untuk mempermudah proses perizinan bagi pelaku usaha sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ia terus berupaya memperbaiki iklim investasi agar semakin banyak investor yang melirik potensi daerah.
Salah satu strategi yang dijalankan adalah menggelar business matching atau temu bisnis, seperti yang dilakukan pada akhir Oktober lalu. Dalam forum tersebut, Pemkab memaparkan kajian mendalam mengenai potensi ekonomi di sepanjang Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
“Kami paparkan hasil kajian investasi di sekitaran JJLS. Harapannya, akses infrastruktur yang semakin baik ini bisa menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Gunungkidul,” pungkas Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.