Dugaan Kekerasan Seksual, ISI Jogja Nonaktifkan Seorang Dosen
ISI Jogja menonaktifkan seorang dosen usai Satgas PPKPT menuntaskan pemeriksaan laporan dugaan kekerasan seksual terhadap mahasiswa.
Petugas paduan suara Gereja Katolik Ganjuran, Bantul tengah berlatih di gereja setempat, Jumat (19/12/2025). Gereja ini menggelar lima kali perayaan ekaristi atau ibadah selama masa Natal 2025/ Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL–Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Bantul,menyiapkan lima sesi Misa Natal 2025 pada 24–25 Desember dengan pengamanan ketat dan perarakan khas. Adapun estimasi kehadiran mencapai 2.000 hingga 3.000 umat per sesi.
Wakil Ketua Dewan Paroki Gereja Ganjuran, FX Ari Setiawan, menjelaskan bahwa pembagian jadwal ini dilakukan untuk mengakomodasi jumlah umat yang melimpah sekaligus menjaga kenyamanan ibadah.
Jadwal Lengkap Misa Natal Gereja Ganjuran
Berikut adalah rincian waktu dan bahasa pengantar yang digunakan dalam Misa Natal di Gereja Ganjuran:
Rabu, 24 Desember 2025 (Misa Vigili Natal):
Kamis, 25 Desember 2025 (Hari Raya Natal):
“Panitia telah menyiapkan tambahan kursi dan tenda di area gereja untuk mengantisipasi lonjakan umat,” ujar Ari, Jumat (19/12/2025).
Terkait aspek keamanan, pengelola gereja telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Tim Jibom Satbrimobda Polda DIY dijadwalkan melakukan sterilisasi lokasi pada 24 Desember pagi sebelum misa pertama dimulai.
Sekitar 150 hingga 200 personel pengamanan akan disiagakan di setiap sesi misa untuk membantu pengaturan lalu lintas dan pemantauan pintu masuk.
Keunikan liturgi di Gereja Ganjuran tahun ini tetap dipertahankan melalui prosesi perarakan. Setiap misa akan diawali dengan perarakan petugas yang memerankan sosok Yusuf dan Maria dengan membawa patung Bayi Yesus, didampingi oleh para penari tradisional.
“Pada misa kelima atau misa terakhir, akan ada perarakan khusus. Patung Bayi Yesus dari enam kapel wilayah di bawah Paroki Ganjuran akan dibawa dan diarak bersama sebagai simbol kesatuan,” jelas Ari.
Romo Paroki Gereja Ganjuran, Raymundus Sugihartanto, menyampaikan bahwa tema Natal tahun ini adalah "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga". Tema ini merupakan refleksi bersama KWI dan PGI atas rapuhnya peran keluarga di tengah persoalan sosial saat ini.
“Harapan akan kembali tertata ketika dimulai dari keluarga. Jika keluarga kuat, maka fondasi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa juga akan kokoh,” tutur Romo Raymundus.
Di tengah suasana sukacita, Gereja Ganjuran juga mengajak umat untuk peduli terhadap saudara yang tertimpa bencana. Penggalangan dana akan dilakukan melalui Caritas Indonesia (Karina) Keuskupan Agung Semarang.
Selain itu, pada Misa Keluarga, anak-anak diajak untuk terlibat langsung dalam aksi sosial. Mereka didorong untuk mempersembahkan bantuan berupa alat tulis yang nantinya akan disalurkan kepada anak-anak kurang beruntung di wilayah sekitar Ganjuran.
“Harapannya, sejak dini anak-anak sudah diajari untuk peka dan peduli terhadap sesama,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ISI Jogja menonaktifkan seorang dosen usai Satgas PPKPT menuntaskan pemeriksaan laporan dugaan kekerasan seksual terhadap mahasiswa.
Hasil Pilur PAW Sleman 2026 di lima kalurahan. Andi Suwarno hingga Totok Jaka Suwarta meraih suara terbanyak.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menjuarai WTA 500 Singapore Open 2026 setelah mengalahkan pasangan China Tang Qianhui/Xu Yifan.
Leo Rolly Carnando tumbuh di pinggiran Klaten. Dari raket kecil dan latihan bersama ayah, dia kini tampil di panggung bulu tangkis dunia.
Kementan menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk ekosistem peternakan terintegrasi. Lima kawasan ditargetkan rampung pada 2027.