Advertisement

Musim Tanam Padi di Nanggulan Kulonprogo Mundur, Ini Dampaknya

Andreas Yuda Pramono
Selasa, 05 Desember 2023 - 10:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Musim Tanam Padi di Nanggulan Kulonprogo Mundur, Ini Dampaknya Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulonprogo mengatakan ada keterlambatan musim tanam padi di area Kapanewon Nanggulan. Penanaman terakhir baru dilakukan pertengahan bulan November 2023.

Ketua Tim Kerja Sarana Pertanian DPP Kulonprogo, Kirmi mengatakan keterlambatan tanam akan mengakibatkan mundurnya panen diperkirakan akhir bulan Januari 2023.

Advertisement

"Dampak keterlambatan ini merugikan petani sendiri, karena akan  kehilangan setengah musim tanam. Jadi yang musim tanam palawija diperkirakan hanya dua bulan," kata Kirmi ditemui di DPP Kulonprogo, Selasa (5/12/2023).

BACA JUGA: Dongkrak Produksi Pertanian, Pemkab Kulonprogo Berikan Bantuan Traktor

Kirmi menambahkan lahan sawah di area Nanggulan tersebut berada di daerah irigasi teknis. Hanya saja El-Nino memberi dampak pada tanah sawah yang sangat kering.

"Pembasahan yang targetnya hanya memakan waktu satu bulan dari awal Agustus sampai September ternyata belum bisa sampai ke daerah yang jauh dari irigasi utama. Pembasahan jadi butuh waktu lama," katanya.

Dia juga mengatakan penyerapan pupuk baru mencapai sekitar 70- 80% sampai November. Musim tanam yang mundur juga menyebabkan penyerapan pupuk mundur di November. DPP Kulonprogo juga terus mengarahkan masyarakat untuk memakai pupuk organik untuk mengimbangi terbatasnya pupuk bersubsidi.

"Arahnya kami arahkan ke pupuk organik. APBD juga ada pengadaan pupuk organik," ucapnya.

BACA JUGA: Anggota DPRD Kulonprogo Ungkap Petani Masih Kesulitan Pupuk

Sementara itu, Sekda Kulonprogo, Triyono mengatakan ketahanan pangan di Kulonprogo masih terjaga. Pasalnya, Pemkab juga mengalokasikan anggaran cadangan pangan sekitar 10.000 ton.

"Setiap tahun kami baru bisa 10.000 ton. Kendalanya anggaran, terbatas. Cadangan pangan juga kan harusnya di gudang. Kami titipkan di Gapoktan [gabungan kelompok tani]," kata Triyono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Konser Kali Kedua di Jakarta, Ed Sheeran Gunakan Music Performer Visa

News
| Senin, 04 Maret 2024, 17:37 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement