7 Kapal Tenggelam di Gilimanuk, Truk ODOL Kembali Disorot
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Musim tanam telah tiba. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo, mengimbau petani mematuhi musim tanam dengan melakukan percepatan pengolahan lahan sawah supaya masa tanam tidak mundur terlalu lama.
Ketua Tim Kerja Pengembangan Usaha Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Kirmi di Kulonprogo, mengatakan percepatan pengolahan lahan bisa dilaksanakan dengan bekerja sama dengan operator alat mesin pertanian pompa air (alsistan) wilayah lain.
"Ke depan kami upayakan adanya asosiasi traktor se Kulonprogo dalam rangka percepatan olah tanah," kata Kirmi, Kamis (7/11/2023). Ia mengimbau petani tetap mematuhi musim tanam sebagai mana diatur dalam peraturan bupati, agar tanam serentak dan terhindar dari serangan hama.
Terkait dengan mundurnya tanam padi di beberapa wilayah, ternyata dipengaruhi oleh keringnya tanah sebagai akibat tingginya suhu pada Agustus sampai Oktober 2023. "Hal ini berdampak pembasahan tanah sawah memerlukan waktu yang lebih lama," katanya.
BACA JUGA: Ribut-Ribut Politik Dinasti di DIY, Kaesang Mempersilakan Ade Armando Keluar dari PSI
Sementara itu, staf Bidang Produksi dan Perlindungan Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Heri Sugiyanto mengatakan saat ini, luas tanam yang mundur masa tanamnya seluas 352 hektare di Nanggulan. "Kami berupaya bersama jajaran penyuluh pertanian mendorong percepatan olah lahan, lanjut tambah tanam," kata Heri.
Ia mengatakan masa tanam golongan I, air sudah mengalir sejak 1 Agustus, dan dilanjutkan pengolahan lahan dan September sudah tanam. Namun hingga saat ini, air belum mengalir secara maksimal dan petani juga belum mengolah sawah.
"Tutup tanam untuk golongan pertama pada November. Kami berharap hujan segera turun, sehingga tidak mempengaruhi pola tanam di Kulonprogo," katanya.
Menurut dia, kendala lain mundurnya masa tanam padi di Nanggulan dan Kalibawang lebih disebabkan debit saluran Kalibawang berkurang. "Selanjutnya, keterbatasan tenaga kerja dalam pengolahan lahan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.