Polisi Dalami Fakta Rumah Api Seyegan, Penyelidikan Masih Berjalan
Polresta Sleman masih menyelidiki rumah api Seyegan dengan mengumpulkan alat bukti dan mendalami fakta lapangan untuk mengungkap penyebabnya.
Ilustrasi pohon tumbang akibat angin kencang di wilayah Tempel, Sleman, beberapa waktu lalu./Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan lebat dan angin kencang yang terjadi pada Kamis (4/1/2024) lalu ternyata tak hanya menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan serta memicu pohon tumbang dan tanah longsor, tetapi juga menyebabkan masyarakat mengalami luka-luka. Setidaknya ada dua warga harus menjalani perawatan lantaran tertimpa genting dan seorang lagi menabrak pohon tumbang.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengungkapkan hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang di Kabupaten Sleman mengakibatkan beberapa pohon tumbang hingga longsor.
Tak hanya merusak infrakstruktur milik warga, dampak hujan lebat dan angin kencang juga membuat dua orang luka-luka. Satu orang luka merupakan warga Planggokan, Sendangmulyo, Minggir. Berawal dari pohon yang tumbang, bagian pohon ambruk lantas menimpa rumah. Genting rumah yang ikut jatuh akibat tertimpa pohon lantas mengenai warga. "Di Planggokan, pohon menimpa rumah dan menimpa orang," kata dia, Jumat (5/1/2024).
BACA JUGA: BPBD Sleman Catat 104 Titik Terdampak Hujan Lebat dan Angin Kencang, Terparah di Kapanewon Minggi
Akibat insiden ini, korban menderita luka dibagian kepala. Korban lalu dirujuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. "Satu warga Planggokan, Sendangmulyo tertimpa genting luka ringan di bagian kepala. Ditunjuk ke RS Klepu untuk rawat jalan," tandasnya.
Korban lainnya akibat hujan dan angin kencang diderita warga Watukarung, Margoagung, Seyegan. Korban yang tengah berkendara menabrak pohon yang tumbang oleh angin kencang. Akibatnya korban mengalami patah tulang hingga menjalani rawat inap sementara di Sudirman. "Satu warga Gatak, Watukarung, Margoagung Seyegan menabrak pohon tumbang, luka patah kaki rawat inap di RSUD Sleman," tegas Makwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman masih menyelidiki rumah api Seyegan dengan mengumpulkan alat bukti dan mendalami fakta lapangan untuk mengungkap penyebabnya.
Kemendikdasmen menyampaikan masukan kepada BGN untuk memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis, termasuk distribusi dan sasaran penerima.
Kemenaker menaikkan Program Magang Nasional Angkatan II menjadi 150.000 peserta pada 2026 dan memperluas akses bagi lulusan profesi dan penyandang disabilitas.
Dua bayi ditemukan di Solo dalam sehari. Pemkot Solo dan Polresta bergerak menangani kasus, sementara bayi yang selamat mendapat pendampingan.
Sekitar 200 kader 'Aisyiyah dari berbagai daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti 'Aisyiyah Cadre Camp (ACC) 2026 di Bumi Perkemahan Kalakijo,
Mensos Saifullah Yusuf memastikan pembangunan Sekolah Rakyat Kulonprogo telah melampaui 90 persen dan ditargetkan siap digunakan dalam dua pekan.