3 Ruas Jalan di Gunungkidul Segera Diperbaiki, Anggaran Rp5 Miliar
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.
Petugas merapikan pupuk di pabrik PT Pupuk Kujang. - ANTARA/Ali Khumaini
Harianjogja.com, SLEMAN—Jumlah kuota pupuk bersubisidi untuk petani Sleman merosot di tahun ini. Mahalnya bahan baku disinyalir menjadi biang berkurangnya jatah pupuk bagi petani.
Sub Koordinasi Bina Produksi Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Sumarno mengatakan, sudah mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi di 2024. Ia memastikan, jumlah yang dialokasikan tidak sebanyak yang diberikan tahun lalu.
Tahun ini, kuota pupuk bersubsidi jenis Urea seberat 5.641 ton dan NPK atau Phonska sebanyak 3.516 ton. “Dibandingkan dengan tahun lalu, kuotanya turun jauh. Sebab, untuk Urea tahun lalu dapat 11.641 ton dan Phonska ada 7.070 ton,” kata Sumarno kepada wartawan, Minggu (7/1/2023).
BACA JUGA: Alokasi Pupuk Bersubsidi 2024 di Bantul Menurun Drastis
Menurut dia, turunnya alokasi pupuk bersubsidi tidak hanya terjadi di Kabupaten Sleman. Pasalnya, penurunan kuota juga terjadi di seluruh Indonesia.
Disinggung mengenai penyebab turunnya kuota, Sumarno mengaku tidak tahu secara pasti. Namun, berdasarkan informasi yang diterima dikarenakan mahalnya bahan baku pembuatan pupuk sehingga berpengaruh terhadap produksinya.
“Informasi yang beredar, bahan baku khususnya Phonska didatangkan dari Ukraina atau Rusia yang sedang terlibat perang. Ini berpengaruh terhadap harga bahan baku yang mahal sehingga berdampak terhadap produksi pupuk bersubsidi,” katanya.
Turunnya kuota pupuk bersubsidi sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap jatah pupuk untuk masing-masing petani. Ia mencatat di Sleman ada sekitar 53.000 petani yang masuk Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).
“Nanti menebusnya tetap melalui kartu tani dan setiap kartu yang dipegang petani sudah ada kuotanya sendiri-sendiri. Tapi, memang jumlahnya tidak sebanyak tahun lalu,” katanya.
BACA JUGA: Debat Capres Tahap Ketiga, Ini Harapan Ketum PP Muhammadiyah
Salah seorang petani di Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Sumarto mengatakan, belum mendapatkan informasi dari kelompok berkaitan dengan turunnya kuota pupuk bersubsidi. Meski demikian, ia berharap kebutuhan bagi petani bisa tetap tercukupi.
Menurut dia, keberadaan pupuk menjadi elemen penting dalam pemeliharaan tanaman pangan. Oleh karenanya sangat dibutuhkan untuk menunjang hasil panen yang lebih maksimal.
“Harapannya bisa didapat dengan mudah serta tidak ada kelangkaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.
Pemerintah menyiapkan uji coba penyaluran bansos melalui 900 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Skema ini diharapkan memudahkan akses penerima manfaat di desa
Indonesia meloloskan 10 wakil ke babak 16 besar Taipei Open 2026. Debut pasangan baru Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino juga berakhir manis dengan
Apple hampir sentuh kapitalisasi 5 triliun dolar AS (Rp90.000 T) di 2026, kalahkan Nvidia. Saham naik 25%, Tim Cook lengser. Simak strategi AI Apple!
Manuel Neuer isyaratkan pensiun akhir musim 2026/2027. Kiper 40 tahun itu katakan kemungkinan besar gantung sarung tangan. 13 Bundesliga & 2 UCL!
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.