Duh, Jatah Pupuk Bersubsidi di Sleman Turun Drastis

David Kurniawan
David Kurniawan Minggu, 07 Januari 2024 15:17 WIB
Duh, Jatah Pupuk Bersubsidi di Sleman Turun Drastis

Petugas merapikan pupuk di pabrik PT Pupuk Kujang. - ANTARA/Ali Khumaini

Harianjogja.com, SLEMAN—Jumlah kuota pupuk bersubisidi untuk petani Sleman merosot di tahun ini. Mahalnya bahan baku disinyalir menjadi biang berkurangnya jatah pupuk bagi petani.

Sub Koordinasi Bina Produksi Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Sumarno mengatakan, sudah mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi di 2024. Ia memastikan, jumlah yang dialokasikan tidak sebanyak yang diberikan tahun lalu.

Tahun ini, kuota pupuk bersubsidi jenis Urea seberat 5.641 ton dan NPK atau Phonska sebanyak 3.516 ton. “Dibandingkan dengan tahun lalu, kuotanya turun jauh. Sebab, untuk Urea tahun lalu dapat 11.641 ton dan Phonska ada 7.070 ton,” kata Sumarno kepada wartawan, Minggu (7/1/2023).

BACA JUGA: Alokasi Pupuk Bersubsidi 2024 di Bantul Menurun Drastis

Menurut dia, turunnya alokasi pupuk bersubsidi tidak hanya terjadi di Kabupaten Sleman. Pasalnya, penurunan kuota juga terjadi di seluruh Indonesia.

Disinggung mengenai penyebab turunnya kuota, Sumarno mengaku tidak tahu secara pasti. Namun, berdasarkan informasi yang diterima dikarenakan mahalnya bahan baku pembuatan pupuk sehingga berpengaruh terhadap produksinya.

“Informasi yang beredar, bahan baku khususnya Phonska didatangkan dari Ukraina atau Rusia yang sedang terlibat perang. Ini berpengaruh terhadap harga bahan baku yang mahal sehingga berdampak terhadap produksi pupuk bersubsidi,” katanya.

Turunnya kuota pupuk bersubsidi sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap jatah pupuk untuk masing-masing petani. Ia mencatat di Sleman ada sekitar 53.000 petani yang masuk Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

“Nanti menebusnya tetap melalui kartu tani dan setiap kartu yang dipegang petani sudah ada kuotanya sendiri-sendiri. Tapi, memang jumlahnya tidak sebanyak tahun lalu,” katanya.

BACA JUGA: Debat Capres Tahap Ketiga, Ini Harapan Ketum PP Muhammadiyah

Salah seorang petani di Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Sumarto mengatakan, belum mendapatkan informasi dari kelompok berkaitan dengan turunnya kuota pupuk bersubsidi. Meski demikian, ia berharap kebutuhan bagi petani bisa tetap tercukupi.

Menurut dia, keberadaan pupuk menjadi elemen penting dalam pemeliharaan tanaman pangan. Oleh karenanya sangat dibutuhkan untuk menunjang hasil panen yang lebih maksimal.

“Harapannya bisa didapat dengan mudah serta tidak ada kelangkaan,” katanya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online