Rumor Christophe Nduwarugira ke PSS Sleman, Ini Jejak dan Potensinya
PSS Sleman dirumorkan merekrut Christophe Nduwarugira. Bek Timnas Burundi dengan 48 caps dan pengalaman di Liga Portugal ini berpotensi memperkuat lini pertahan
Potret awan panas guguran di Gunung Merapi pada Senin (8/1/2025)./Istimewa -- BPPTKG
Harianjogja.com, SLEMAN—Area puncak Gunung Merapi kembali didera hujan hari ini (8/1/2024). Sementara aktivitas awan panas guguran juga menyusul terjadi di kawasan puncak.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso menjelaskan jika hujan sempat dua kali terjadi pada Senin (8/1/2024). Aktivitas hujan di area puncak, pertama terjadi pada pukul 11.37 WIB. Intensitas hujan yang terjadi di waktu ini mencapai 7,8 milimeter dengan durasi 18 menit.
Sekitar satu jam berselang, hujan kembali terjadi di puncak dan lereng Gunung Merapi mulai pukul 12.48 WIB. "Total curah hujan di puncak 19,4 milimeter dengan intensitas hujan 31,46 milimeter dan durasi 37 menit," jelas Agus.
Kejadian hujan yang mulai kerap terjadi di area puncak dan lereng membuat potensi banjir lahar patut menjadi kewaspadaan. Khususnya di wilayah sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
Tak hanya potensi banjir lahar yang perlu diwaspadai, di tengah hujan yang mulai sering turun di area puncak, awan panas guguran juga terjadi di Gunung Merapi. Awan panas guguran bahkan terjadi dua kali hari ini.
Baca Juga
Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas ke Kali Boyong Pagi Ini
Musim Hujan Tiba, BPPTKG Minta Masyarakat Waspadai Lahar di Sungai Berhulu Gunung Merapi
Gunung Merapi Hari Ini Meluncurkan 10 Kali Guguran Lava ke Kali Boyong
Awan panas guguran pertama di hari ini berlangsung pada pukul 14.09 WIB. Amplitudo maksimum awan panas guguran yang terjadi mencapai 22 milimeter dengan durasi 124,36 detik. "Jarak luncur [awan panas guguran] 1000 meter arah Kali Bebeng. Angin berhembus ke arah timur," terang Agus.
Kejadian awan panas guguran selanjutnya terjadi sekitar 90 menit berselang yakni pada pukul 15.40 WIB. Agus menjelaskan awan panas guguran pada periode ini bermplitudo maksimum 25 milimeter dan berdurasi 95,32 detik.
"Jarak luncur 800 meter arah Kali Bebeng. Angin ke arah Timur. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan," tegasnya.
Terjadinya hujan yang membawa potensi banjir lahar dan awan panas guguran dalan satu hari sekaligus, membuat Agus tak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk waspada. Salah satu caranya dengan mematuhi imbauan untuk menjauhi dari potensi bahaya.
"Waspada bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dan awan panas guguran di daerah potensi bahaya. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan" ungkapnya.
Selain itu, masyarakat diimbau Agus untuk tidak beraktivitas sementara di kawasan sungai saat hujan turun. "Masyarakat agar tidak beraktivitas di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi ketika hujan terjadi," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman dirumorkan merekrut Christophe Nduwarugira. Bek Timnas Burundi dengan 48 caps dan pengalaman di Liga Portugal ini berpotensi memperkuat lini pertahan
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.
Kejagung menyiapkan kantor sementara dan pejabat struktural untuk operasional tujuh Kejari baru yang dibentuk melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2026.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.