Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman Hampir 90%, Pengaspalan Segera Dimulai
Progres konstruksi Tol Jogja-Solo segmen Trihanggo-Junction Sleman mendekati 90%. Rigid pavement rampung dan pengaspalan mulai dikerjakan.
Wisatawan di Candi Prambanan. /Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN—Pascalibur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pelaku jasa hotel dan restoran mengandalkan event untuk mengerek wisatawan ke DIY khususnya di wilayah Sleman.
Torehan mentereng memang sempat dialami pelaku jasa penginapan di libur momen Nataru lalu. Ketua PHRI Sleman, Andhu Pakerti mengungkapkan pada 24-26 Desember rata-rata tingkat hunian hotel di Sleman mencapai 98 persen. "Jadi tinggi sekali," kata Andhu pada Selasa (9/1/2024).
Selanjutnya di akhir tahun 2023 yakni pada 30-31 Desember, okupansi hotel masih bertahan di posisi tinggi. Okupansinya berkisar di angka 90%-98%.
Pasca liburNataru, Andhu berharap event di Jogja bisa membantu menarik wisatawan dan mengerek tingkat hunian penginapan di Sleman. Sebuah agenda event lanjut Andhu sangat berpengaruh pada keterisian kamar.
"Jumlah kamar tidak Sleman saja, mungkin Jogja itu kan kalau ditotalkan sekitar 30.000-35.000. Dari sisi event, event ini berpengaruh tehadap keterisian kamar," tandasnya.
Baca Juga
Pekan Pertama 2024, Ada 85.766 Wisatawan Berkunjung ke Bantul
2024, Dinas Pariwisata Sleman Siapkan Ratusan Event Pariwisata
Wamenparekraf: 4 Wisata Ini Bakal Jadi Tren di 2024
Faktanya, event kadang diinisiasi atau disumbang oleh sejumlah perguruan tinggi di Jogja. Menurut Andhu, momen mahasiwa wisuda misalnya juga mampu meningkatkan tingkat hunian hotel. Karena umumnya saat mahasiswa wisuda, orang tua hingga kerabat ikut diajak datang ke Jogja.
"Sekali wisuda itu kan bisa saja sampai 5.000 orang. Jadi kalau mereka misal bawa orang tuanya, bawa keluarganya secara tidak langsung mengundang tiga orang ke Jogja. Tiga dikalikan 5.000 saja sudah 15.000. Itu hotel bisa setengahnya menampung tamu untuk wisuda," ungkapnya.
Sayangnya Andhu mencemarti terkadang acara wisuda digelar saat momen liburan. Hal ini membuat tingkat hunian tidak menyebar pada waktu low season tetapi kembali terpusat pada waktu libur.
"Bisa mereka [kampus] punya event wisuda atau kegiatan besar lainnya itu dicarikan di bulan-bulan low season sehingga kepadatan di Jogja ini atau Sleman itu tidak bertumpu di bulan-bulan tertentu," jelasnya.
Bila event bisa disebar dan tidak terpusat di hari libur, macet bisa ditekan. Baik warga dan wisatawan bisa bepergian dengan nyaman.
"Jadi harapannya event yang sudah rutin, besar itu bisa dicari di waktu-waktu yang sekiranya di luar libur. Sehingga harapannya Jogja itu tidak macet, padet namun secara lalu lintas maupun situasi lingkungan pariwisatanya ketirisiannya tinggi," tandasnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengungkapkan bila kunjungan wisata Sleman di libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 over target. "Kunjungannya kita over target," kata Zayid.
Dari target 300.000 wisatawan di libur Nataru, Sleman kata Zayid justru diserbu 497.000 kunjungan wisata. Capaian itu setara 165 persen dari target yang dicanangkan di awal.
"Kunjungan itu dari 22 Desember sampai dengan tanggal 1 Januari sekitar 497.000 kunjungan. Jadi target kita terlampaui," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres konstruksi Tol Jogja-Solo segmen Trihanggo-Junction Sleman mendekati 90%. Rigid pavement rampung dan pengaspalan mulai dikerjakan.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.