Pieter Huistra Bicara Rivalitas PSS-PSIM: Sepak Bola Itu Indah
Pieter Huistra menanggapi komitmen suporter PSS-PSIM. Ia menyebut rivalitas wajar, tetapi dukungan kepada tim lebih penting.
Perguruan Tinggi - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Tantangan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk tetap eksis terus didera berbagai ujian. Isu masuknya kampus asing di Indonesia dinilai bakal menjadi momok untuk kampus swasta Indonesia bila regulasi yang diberlakukan tidak ketat.
Ketua STIM YKPN Yogyakarta, Suparmono mengaku mengkhawatirkan wacana masuknya kampus asing di Indonesia.
"Dulu kan sempat juga kita mengkhawatirkan itu, adanya kampus-kampus asing dan adanya kampus-kampus yang memang besar itu masuk ke Indonesia," kata Suparmono, Senin (15/1/2023) petang.
Keberadaan kampus asing di Indonesia dinilai akan menambah persaingan perguruan tinggi untuk mencari peserta didik. Nama kampus swasta khususnya yang kecil, bisa saja kalah mentereng bila disandingkan dengan nama kampus dengan embel-embel luar negeri.
"Betul [bahaya bagi eksistensi PTS] karena itu menjadi persaingan. Kalau sudah membawa nama besar kan masyarakat sudah menoleh dulu kesitu," ungkapnya.
Dari aspek persaingan mungkin bakalan menjadi lebih ketat. Hanya saja Suparmono berharap regulasi yang diterapkan benar-benar ketat dalam persoalan ini. Misalnya soal kualitas, kampus asing yang akan masuk ke Indonesia kualitasnya harus sama dengan kampus utama mereka di luar negeri. Bukan sekadar menjual nama.
"Cuma memang pemerintah harus ketat. Bahwa kualitas yang dilakukan antara di negara asal dengan negara yang dituju itu memang kualitasnya memang betul-betul sama," tegasnya.
Pasalnya Suparmono meyakini akan ada keterbatasan kampus asing saat menggelar perkuliahan di negara lain. Seperti aspek fasilitas maupun pengajar yang mungkin tidak sama dengan kampus inti.
"Karena kan memang untuk melaksanakan perkuliahan di luar kampus utama itu kan juga ada keterbatasan-keterbatasan fasilitas yang dimiliki. Dosennya juga tidak sama dengan yang di sana. Sehingga memang pemerintah harusnya mengawasi betul," tegasnya.
Suparmono mendorong pemerintah untuk melakukan pengawasan kualitas kepada kampus asing yang ingin membuka perkuliahan di Indonesia. "Perlu lah sampai dengan pengawasan, pengendalian kualitas itu harus sama," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pieter Huistra menanggapi komitmen suporter PSS-PSIM. Ia menyebut rivalitas wajar, tetapi dukungan kepada tim lebih penting.
Menlu Sugiono akan membawa pesan ketahanan global dalam Sidang Umum PBB ke-81, termasuk isu Palestina dan reformasi PBB.
PHRI Sleman mengungkap sejumlah kendala peningkatan wisatawan dan okupansi hotel, mulai efisiensi anggaran hingga investasi dan event besar.
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Korban dugaan keracunan MBG di Bawang, Batang, mencapai 276 orang. Pemkab mengancam menutup SPPG jika terbukti lalai.
Manunggal Cup 2026 diikuti 36 tim Karang Taruna Kulonprogo dan diharapkan melahirkan bibit atlet voli menuju Porda DIY 2027.