Si SIGAP DPUPKP Kota Jogja Bikin Arsip Proyek Lebih Mudah Ditelusuri
DPUPKP Kota Jogja mengembangkan Si SIGAP untuk digitalisasi arsip proyek agar lebih mudah ditelusuri, dipantau, dan digunakan.
Rumah tak layak huni / Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemda DIY mengalokasikan Dana Keistimewaan (Danais) sebesar Rp5,98 miliar untuk membangun beberapa Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Bantul. Pembangunan tersebut dilakukan sebagai upaya penanganan kemiskinan di DIY.
Paniradya Pati, Aris Eko Nugroho mengakui Pemda DIY telah mengalokasikan pembangunan baru 92 unit RTLH yang tersebar di 24 kalurahan se-Bantul.
Beberapa unit rumah tersebut akan dibangun dengan arsitektur gaya Jogja, seperti tahun lalu. “Anggarannya per rumah naik dari tahun sebelumnya Rp50 juta per unit, menjadi Rp65 juta per unit,” katanya Selasa (16/1/2024).
Sementara menurut Aris, pada 2024 ada 338 unit RTLH di DIY yang dibangun menggunakan Danais dengan alokasi anggaran sebesar Rp.29,4 miliar.
Aris menyampaikan masyarakat dapat mengajukan permohonan perbaikan RTLH di setiap kabupaten/kota. Pengajuan perbaikan di kabupaten dilakukan melalui kalurahan, kemudian dari kalurahan akan mengajukan ke Pemkab dan Paniradya Keistimewaan.
“Kalurahan yang mengajukan ke kami yang kami prioritaskan. Dari hasil pengajuan yang dilakukan oleh kalurahan yang menjadi perhatian kami, selain kami juga koordinasikan dengan kabupaten,” katanya.
BACA JUGA: Jumlah RTLH Masih 2.700 Unit, Bantul Hanya Akan Perbaiki 177 Rumah pada 2024
Sementara untuk Kota Jogja, pengajuan sasaran rumah penerima bantuan perbaikan RTLH dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja.
Dia menyampaikan pembangunan RTLH terdiri dari sasaran penanganan yang terintegrasi dan tidak terintegrasi. Untuk RTLH terintegrasi akan dilakukan penanganan tidak hanya rumah, namun juga infrastruktur penunjang di kawasan tersebut. “Yang RTLH terintegrasi tahun ini di Bantul tidak ada, tahun lalu ada [RTLH terintegrasi] di Wukirsari dan Karangtengah,” katanya.
Sementara Kepala DPUPKP Bantul, Aris Suharyanta menurutkan sampai saat akhir 2023 masih ada 2.700 unit RTLH yang ada dalam 75 kalurahan di Bantul. Dia pun berharap penanganan RTLH akan dilakukan secara bertahap. "Pada 2023 kami atasi 157 unit RTLH. Tahun ini kami targetkan 167 unit RTLH bisa ditangani," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPKP Kota Jogja mengembangkan Si SIGAP untuk digitalisasi arsip proyek agar lebih mudah ditelusuri, dipantau, dan digunakan.
Juventus mengawali Liga Europa 2026/2027 dengan kemenangan 5-0 atas NEC Nijmegen. Lima pemain berbeda mencetak gol, sementara Milan kalah dari Benfica.
Harga rumah kian mahal, Pemda DIY petakan kebutuhan rusun dan hunian vertikal bergaya tradisional Jawa untuk masyarakat di kawasan Kartamantul.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk 1001 Tanya untuk Wakil Rakyat di Terban, Kemantren Gondokusuman.
Jadwal layanan SIM Station Terminal Dhaksinarga Gunungkidul Jumat 18 September 2026. Lengkap dengan syarat BPJS Kesehatan dan lokasi SIM Keliling.
DPUPKP Sleman memperingatkan ancaman krisis hunian 10-20 tahun mendatang dan mendorong pengembangan hunian vertikal bagi warga berpenghasilan rendah.