Koperasi Mina Bahari 45 Bikin Nelayan Pantai Depok Makin Sejahtera
Koperasi Mina Bahari 45 mengubah Pantai Depok menjadi kawasan wisata kuliner laut yang menyejahterakan nelayan dan pelaku UMKM lokal.
Rumah tak layak huni / Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemda DIY mengalokasikan Dana Keistimewaan (Danais) sebesar Rp5,98 miliar untuk membangun beberapa Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Bantul. Pembangunan tersebut dilakukan sebagai upaya penanganan kemiskinan di DIY.
Paniradya Pati, Aris Eko Nugroho mengakui Pemda DIY telah mengalokasikan pembangunan baru 92 unit RTLH yang tersebar di 24 kalurahan se-Bantul.
Beberapa unit rumah tersebut akan dibangun dengan arsitektur gaya Jogja, seperti tahun lalu. “Anggarannya per rumah naik dari tahun sebelumnya Rp50 juta per unit, menjadi Rp65 juta per unit,” katanya Selasa (16/1/2024).
Sementara menurut Aris, pada 2024 ada 338 unit RTLH di DIY yang dibangun menggunakan Danais dengan alokasi anggaran sebesar Rp.29,4 miliar.
Aris menyampaikan masyarakat dapat mengajukan permohonan perbaikan RTLH di setiap kabupaten/kota. Pengajuan perbaikan di kabupaten dilakukan melalui kalurahan, kemudian dari kalurahan akan mengajukan ke Pemkab dan Paniradya Keistimewaan.
“Kalurahan yang mengajukan ke kami yang kami prioritaskan. Dari hasil pengajuan yang dilakukan oleh kalurahan yang menjadi perhatian kami, selain kami juga koordinasikan dengan kabupaten,” katanya.
BACA JUGA: Jumlah RTLH Masih 2.700 Unit, Bantul Hanya Akan Perbaiki 177 Rumah pada 2024
Sementara untuk Kota Jogja, pengajuan sasaran rumah penerima bantuan perbaikan RTLH dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja.
Dia menyampaikan pembangunan RTLH terdiri dari sasaran penanganan yang terintegrasi dan tidak terintegrasi. Untuk RTLH terintegrasi akan dilakukan penanganan tidak hanya rumah, namun juga infrastruktur penunjang di kawasan tersebut. “Yang RTLH terintegrasi tahun ini di Bantul tidak ada, tahun lalu ada [RTLH terintegrasi] di Wukirsari dan Karangtengah,” katanya.
Sementara Kepala DPUPKP Bantul, Aris Suharyanta menurutkan sampai saat akhir 2023 masih ada 2.700 unit RTLH yang ada dalam 75 kalurahan di Bantul. Dia pun berharap penanganan RTLH akan dilakukan secara bertahap. "Pada 2023 kami atasi 157 unit RTLH. Tahun ini kami targetkan 167 unit RTLH bisa ditangani," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Koperasi Mina Bahari 45 mengubah Pantai Depok menjadi kawasan wisata kuliner laut yang menyejahterakan nelayan dan pelaku UMKM lokal.
Dinkes Bantul mengungkap paparan rokok dalam keluarga menjadi faktor terbesar penyebab stunting. Angka stunting turun menjadi 8,3 persen, namun tantangan masih
Menunda servis mobil atau motor bisa memicu kerusakan berantai dan biaya perbaikan yang mahal. Simak dampak serta cara mencegahnya.
China masih menjadi produsen kendaraan terbesar dunia pada 2025. Berikut daftar lima negara dengan industri otomotif terbesar yang mendominasi pasar global.
Keputusan BTS tidak mengikuti Grammy Awards 2027 kembali memicu perdebatan soal transparansi penghargaan musik dunia. Berikut deretan musisi yang pernah mengkri
iOS 27 hadir dengan Siri AI cerdas, fitur grammar dan proofreading, serta pencarian Spotlight real-time. Jadwal rilis akhir tahun 2026. Simak fitur lengkapnya!