DIY Siapkan Raperda Baru, Penanggulangan Bencana Lebih Preventif
Pemda DIY dan DPRD DIY membahas Raperda Penanggulangan Bencana yang mengedepankan sistem preventif, adaptif, dan perlindungan kelompok rentan.
Deretan stand UMKM dalam kegiatan Mantrijeron Nyawiji hari kedua di Lapangan Minggiran, Minggu (15/6/2025). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Kemantren Mantrijeron menggelar event Mantrijeron Nyawiji yang menampilkan berbagai potensi yang dimiliki kemantren seperti produk UMKM, seni, dan budaya.
Rangkaian acara Mantrijeron Nyawiji berlangsung selama dua hari, pada Sabtu (14/6/2025) hingga Minggu (15/6/2025) malam. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan di Kantor Kemantren Mantrijeron sekaligus menghadiri Gelar Potensi UMKM di tempat yang sama.
Wawan Harmawan mengatakan, Mantrijeron memiliki potensi pariwisata yang baik karena terdapat beragam ikon wisata. Menurutnya, kemantren ini bisa dijuluki sebagai miniatur Kota Jogja karena banyaknya potensi tersebut.
“Mantrijeron adalah miniatur Kota Jogja. Dari sisi agama ada Jogokaryan yang menjadi perhatian nasional, dari pariwisata ada Prawirotaman sebagai jujugan wisatawan, dan kekuatan budaya seperti bregodo juga luar biasa,” ujar Wawan, Minggu (15/6/2025).
Ia berharap agar kegiatan seperti ini dapat diadakan secara rutin. Wawan juga mendorong digelarnya acara ‘Mantrijeron Night’ pada bulan Oktober sekaligus menjadi rangkaian HUT Kota Jogja.
“Harapan saya, Oktober nanti kemantren wajib mengadakan Mantrijeron Night. Ini bisa menjadi kekuatan kita yang terus dimunculkan, dinas terkait harus membantu dan saya juga akan memantau langsung,” katanya.
Selain itu, Wawan juga mendorong kemajuan UMKM di kemantren ini. Ia menegaskan, seluruh pelaku UMKM yang mengikuti event seperti ini harus berasal dari Kemantren Mantrijeron. Menurutnya, wilayah tersebut sudah memiliki potensi yang cukup kuat karena banyaknya hotel dan restoran.
Sementara itu, Plt. Mantri Pamong Praja Mantrijeron, Eni Purwati mengatakan, terdapat 30 UMKM di wilayahnya yang dilibatkan dalam event ini. 12 diantaranya berpartisipasi dalam pameran di kantor kemantren, sementara lainnya di Lapangan Minggiran yang juga menjadi venue Mantrijeron Nyawiji.
“Melalui program Mantrijeron Nyawiji, kami ingin menunjukkan potensi UMKM, seni, dan budaya yang ada di wilayah ini. Kami ingin para pelaku usaha naik kelas, baik dari segi produk, kemasan, dan pemasaran,” kata Eni Purwati.
Event ini diramaikan dengan berbagai pertunjukan budaya di hari kedua yang digelar di Lapangan Minggiran. Mulai dari kirab budaya, pertunjukan seni budaya, hingga ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY dan DPRD DIY membahas Raperda Penanggulangan Bencana yang mengedepankan sistem preventif, adaptif, dan perlindungan kelompok rentan.
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny
Klaim asuransi mobil tidak cukup hanya melapor kecelakaan atau kehilangan kendaraan. Simak dokumen, prosedur, hingga penyebab klaim ditolak agar proses berjalan
PSG kalahkan Aston Villa 2-1 di final Piala Super Eropa 2026. Gol Kvaratskhelia dan Doue bawa Les Parisiens back-to-back juara. Madjo cetak rekor termuda.