Pemkot Jogja Tekan Belanja Pegawai Lewat Pembatasan Rekrutmen
Belanja pegawai Pemkot Jogja masih 35,7 persen dari APBD 2026. BPKAD menekan anggaran melalui pembatasan rekrutmen ASN dan memanfaatkan tingginya angka pensiun
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bantul akan membangun gedung Perpustakaan Umum Bantul yang baru di lahan bekas Gedung Satpol PP Bantul tahun 2024.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bantul, Sukrisna Dwi Susanta menyampaikan pembangunan tersebut rencananya akan dilakukan pada pertengahan Februari-November 2024.
“Itu [pembangunan gedung baru] untuk gedung pelayanan perpustakaan. Nanti rencana kita pindah tempat, yang semula di selatan Masjid Agung, nanti kantor kita pindah di bekas Gedung Satpol PP [Bantul],” katanya, Kamis (18/1/2024).
Dia menyampaikan pembangunan Gedung Perpustakaan Umum Bantul tersebut dilakukan karena gedung sebelumnya berdiri di atas Tanah Kas Desa (TKD) Kalurahan Bantul. Sementara lahan baru yang akan ditempati merupakan lahan milik Pemkab Bantul.
“Itu bangunan disitu [bekas Gedung Satpol PP Bantul] karena tanah Pemkab. Selama ini kalau kita bermohon DAK ke pusat tidak bisa turun karena yang kita pakai sekarang tanah kalurahan Bantul,” ujarnya.
Dia menyampaikan kepindahan tersebut lantaran Bupati Bantul Gedung berencana akan menggunakan Gedung Perpustakaan Umum Bantul yang lama untuk digunakan salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Bantul. Meski begitu, Sukrisna mengaku tidak mengetahui secara menyeluruh mengenai rencana penggunaan gedung tersebut.
“Yang kantor lama nanti posisinya kita tidak tahu kebijakan Pak Bupati akan dipakai untuk OPD mana,” katanya.
Pembangunan gedung tersebut dialokasikan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Perpusnas RI hingga Rp10 miliar. Gedung tersebut akan dibangun 3 lantai, yang akan digunakan untuk pelayanan perpustakaan dan sekretariat.
Proses pembuatan DED gedung tersebut telah rampung tahun 2023. Dia menyampaikan saat ini proses tender pembangunan gedung tersebut telah dimulai, dan ditargetkan Februari 2024 pemenang tender ditetapkan. Sehingga pertengahan Februari 2024 proses konstruksi akan dimulai.
BACA JUGA: Didesak Mundur oleh PDIP Jadi Walikota Surakarta, Ini Reaksi Gibran
Sementara Kepala Satpol PP Bantul, R. Jati Bayubroto menyampaikan Gedung Satpol PP Bantul telah pindah ke Kompleks Pemkab II Manding Bantul pada Desember 2024.
“Yang kantor sebelumnya kosong, sudah rata, rencana mau dibangun untuk Gedung Perpustakaan, ada anggaran DAK dari pusat. Kami hanya kemarin segera pindah, kami sudah pindah ke gedung baru di Kompleks Manding,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Belanja pegawai Pemkot Jogja masih 35,7 persen dari APBD 2026. BPKAD menekan anggaran melalui pembatasan rekrutmen ASN dan memanfaatkan tingginya angka pensiun
Pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap struktur lanjutan. Pondasi rampung dan erection girder ditarget September agar bisa dipakai saat Nataru 2026.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.