Polisi Dalami Fakta Rumah Api Seyegan, Penyelidikan Masih Berjalan
Polresta Sleman masih menyelidiki rumah api Seyegan dengan mengumpulkan alat bukti dan mendalami fakta lapangan untuk mengungkap penyebabnya.
Potret sejumlah pohon yang ambruk akibat hujan dan angin di wilayah Sleman sejak Kamis (18/1/2024)./Istimewa -- BPBD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Diguyur hujan semalaman, sejumlah kejadian pohon tumbang terjadi di Sleman. Pohon ambruk menimpa bahkan dilaporkan ada yang menilpa kandang sapi hingga menutup halaman sekolah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro melaporkan situasi dampak hujan yang terjadi dalam durasi cukup lama disertai angin yang terjadi pada Kamis (18/1/2024) hingga Jumat (19/1/2024) pagi. Dampaknya sejumlah kejadian pohon tumbang dilaporkan di wilayah Sleman.
"Hujan ringan hingga sedang dalam durasi lama yang disertai angin kencang di Kabupaten Sleman mengakibatkan beberapa pohon tumbang dan longsor," ungkapnya.
Di Kalitengah kidul, Cangkringan contohnya, kencangnya angin membuat pohon sengon berdiameter 15 senti ambruk menimpa kandang sapi. Saat ini pohon yang ambruk sudah dipindahkan.
Tak hanya itu masih di Cangkringan sebuah pohon jati juga dilaporkan ambruk menimpa kabel jaringan listrik. Pohon yang tumbang kini sudah dikondisikan.
"Di Kapanewon Depok, tepatnya di Papringan Rt14/RW 05 Caturtunggal, rumpun bambu longsor menutup aliran Kali Gajah Wong," ungkapnya.
Baca Juga
Dampak Siklon Tropis Anggrek, Sejumlah Pohon di Wilayah Sleman Tumbang
Dampak Cuaca Ekstrem di Sleman, Pohon Tumbang hingga Atap Rumah Beterbangan
Pangkas Pohon Rawan Tumbang, DLH Sleman Terjunkan 2 Tim
Sementara di Sumberarum, Moyudan Bambang mengungkapkan jika sebuah pohon jati dengan diameter 20 senti tumbang menimpa rumah warga. "Di Kapanewon Pakem, dua batang pohon ketepeng berdiameter 25 senti tumbang menutup halaman SMP 2 Pakem," lanjutnya.
Menghadapi berbagai dampak hujan dan angin yang terjadi, BPBD melakukan asesmen dampak di lokasi kejadian. Tim juga melakukan pemotongan pohon dan mendistribusikan bantuan darurat bila dibutuhkan.
Sebelumnya Kepala Stasiun Meteorologi Jogjakarta, Warjono mewanti-wanti keberadaan Siklon Tropis Anggrek akan berdampak tidak langsung pada cuaca di DIY selama 24 jam ke depan. Pada aspek hujan misalnya, Siklon Tropis Anggrek berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat yang turut disertai petir dan angin kencang di seluruh wilayah DIY.
"Potensi tinggi gelombang 2,5-4 meter (Rough Sea) di Samudera Hindia selatan Jawa dan perairan selatan Yogyakarta," jelasnya.
Mengingat dampak tidak langsung yang dapat ditimbulkan oleh Siklon Tropis Anggrek, Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Masyarakat lanjut Warjono diharap memperbarui informasi terkait cuaca terkini melalui media massa maupun media sosial resmi BMKG.
"Potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak terjadinya longsor, banjir, banjir bandang, serta merupakan akibat sambaran kilat atau petir dan angin kencang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman masih menyelidiki rumah api Seyegan dengan mengumpulkan alat bukti dan mendalami fakta lapangan untuk mengungkap penyebabnya.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Mendikdasmen ungkap skema kantin dalam program MBG masih dikaji, bantuan hanya untuk siswa yang membutuhkan.
Platform Sapa UMKM jadi strategi pemerintah untuk pembinaan berbasis data dan membuka kemitraan UMKM dengan industri besar.
Kemendag dorong UMKM penuhi syarat ekspor global. Regulasi ketat jadi tantangan utama, termasuk standar kesehatan dan lingkungan.
Gelombang panas ekstrem di AS tewaskan 25 orang, pecahkan rekor suhu, dan sebabkan listrik padam di ratusan ribu rumah.