Sekolah Lansia Sleman Dorong Warga Tua Tetap Sehat dan Mandiri
Sebanyak 195 lansia di Sleman diwisuda dari Sekolah Lansia Standar 2 pada 2026. Program ini mendorong lansia sehat, mandiri, aktif, dan produktif.
Potret sejumlah pohon yang ambruk akibat hujan dan angin di wilayah Sleman sejak Kamis (18/1/2024)./Istimewa -- BPBD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Diguyur hujan semalaman, sejumlah kejadian pohon tumbang terjadi di Sleman. Pohon ambruk menimpa bahkan dilaporkan ada yang menilpa kandang sapi hingga menutup halaman sekolah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro melaporkan situasi dampak hujan yang terjadi dalam durasi cukup lama disertai angin yang terjadi pada Kamis (18/1/2024) hingga Jumat (19/1/2024) pagi. Dampaknya sejumlah kejadian pohon tumbang dilaporkan di wilayah Sleman.
"Hujan ringan hingga sedang dalam durasi lama yang disertai angin kencang di Kabupaten Sleman mengakibatkan beberapa pohon tumbang dan longsor," ungkapnya.
Di Kalitengah kidul, Cangkringan contohnya, kencangnya angin membuat pohon sengon berdiameter 15 senti ambruk menimpa kandang sapi. Saat ini pohon yang ambruk sudah dipindahkan.
Tak hanya itu masih di Cangkringan sebuah pohon jati juga dilaporkan ambruk menimpa kabel jaringan listrik. Pohon yang tumbang kini sudah dikondisikan.
"Di Kapanewon Depok, tepatnya di Papringan Rt14/RW 05 Caturtunggal, rumpun bambu longsor menutup aliran Kali Gajah Wong," ungkapnya.
Baca Juga
Dampak Siklon Tropis Anggrek, Sejumlah Pohon di Wilayah Sleman Tumbang
Dampak Cuaca Ekstrem di Sleman, Pohon Tumbang hingga Atap Rumah Beterbangan
Pangkas Pohon Rawan Tumbang, DLH Sleman Terjunkan 2 Tim
Sementara di Sumberarum, Moyudan Bambang mengungkapkan jika sebuah pohon jati dengan diameter 20 senti tumbang menimpa rumah warga. "Di Kapanewon Pakem, dua batang pohon ketepeng berdiameter 25 senti tumbang menutup halaman SMP 2 Pakem," lanjutnya.
Menghadapi berbagai dampak hujan dan angin yang terjadi, BPBD melakukan asesmen dampak di lokasi kejadian. Tim juga melakukan pemotongan pohon dan mendistribusikan bantuan darurat bila dibutuhkan.
Sebelumnya Kepala Stasiun Meteorologi Jogjakarta, Warjono mewanti-wanti keberadaan Siklon Tropis Anggrek akan berdampak tidak langsung pada cuaca di DIY selama 24 jam ke depan. Pada aspek hujan misalnya, Siklon Tropis Anggrek berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat yang turut disertai petir dan angin kencang di seluruh wilayah DIY.
"Potensi tinggi gelombang 2,5-4 meter (Rough Sea) di Samudera Hindia selatan Jawa dan perairan selatan Yogyakarta," jelasnya.
Mengingat dampak tidak langsung yang dapat ditimbulkan oleh Siklon Tropis Anggrek, Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Masyarakat lanjut Warjono diharap memperbarui informasi terkait cuaca terkini melalui media massa maupun media sosial resmi BMKG.
"Potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak terjadinya longsor, banjir, banjir bandang, serta merupakan akibat sambaran kilat atau petir dan angin kencang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 195 lansia di Sleman diwisuda dari Sekolah Lansia Standar 2 pada 2026. Program ini mendorong lansia sehat, mandiri, aktif, dan produktif.
Timnas Indonesia U-15 menyingkirkan Moldova lewat adu penalti 9-8 setelah bermain imbang 3-3 dan melaju ke 16 besar Tier C.
Toprak Razgatlioglu menjalani operasi bahu setelah kecelakaan di Mandalika. Pebalap Yamaha itu harus mengakhiri musim debut MotoGP 2026 lebih cepat.
Mercedes-Benz memastikan pengembangan Baby G-Class terus berjalan. SUV off-road kompak ini diproyeksikan hadir dengan pilihan listrik dan hybrid.
Lazio memimpin klasemen Serie A setelah menang 6-2 atas Sassuolo. AS Roma bertahan di posisi ketiga, sedangkan Como naik ke peringkat keempat.
Pemkab Kulon Progo menambah alokasi lebih dari 700 tangki air bersih melalui APBD Perubahan 2026 untuk membantu warga terdampak kekeringan.