Prameks Jogja-Kutoarjo Makin Diminati, Ini Jadwalnya
Cek jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 terbaru. Kereta andalan komuter, murah, cepat, dan bebas macet.
TRC BPBD Sleman bersama relawan kebencanaan mengevakuasi pohon yang tumbang di jalan usai hujan lebat dan angin kencang melanda Sleman, Minggu (21/1/2024). Ist/bpdbsleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Minggu (21/1/2024) di wilayah Sleman mengakibatkan beberapa pohon tumbang dan longsor.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan mengatakan hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Minggu dini hari menyebabkan sejumlah pohon kembali tumbang. Di Kapanewon Cangkringan dilaporkan delapan titik pohon yang tumbang baik di Umbulharjo, Glagaharjo maupun di Argomulyo.
BACA JUGA: Dampak Siklon Tropis Anggrek, Sejumlah Pohon di Wilayah Sleman Tumbang
Selain menimpa rumah, pohon yang bertumbangan akibat peristiwa itu menyebabkan akses jalan warga tertutup dan menimpa jaringan listrik. Seperti Dusun Gading dan Singlar, Glagaharjo, Cangkringan.
"Ada juga pohon akasia yang tumbang menimpa rumah warga di Umbulharjo. Di Srunen, Glagaharjo ada atap warung, atap garasi asbes dan seng terbawa angin kencang," katanya.
Selain di Kapanewon Cangkringan, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Kalimati Tirtomartani Kalasan. Pohon tumbang menimpa jaringan listrik. Selain itu, peristiwa yang sama terjadi jalan Berbah-Prambanan, Sumberkidul, Kalitirto, Berbah.
"Di Berbah ini ada pohon menutup akses jalan dan menimpa pengendara motor. Korban atas nama Eko Suwadi dalam kondisi sadar dan luka ringan dan langsung dibawa pulang oleh keluarganya," paparnya.
Longsor
Makwan menjelaskan, selain bencana pohon rumbang, hujan yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan bencana longsor di Kapanewon Mlati. Sebuah talud longsor menimpa bangunan Universitas Mahakarya Asia di Glondong RT 01 RW 18, Sendangadi, Mlati.
Bencana longsor juga terjadi di Kapanewon Turi. Tepatnya di Ngumbul RT 3 RW 26, Bangunkerto, Turi. "Akibat hujan deras membuat rumah roboh akibat pondasi rapuh," katanya.
Hingga kini, BPBD Sleman terus melakukan assesmen data korban bencana. Selain berkoordinasi dengan instansi terkait, Tim Reaksi Cepat BPBD Sleman beserta relawan bencana melakukan pemotongan pohon dan distribusi bantuan darurat.
BACA JUGA: Ada Siklon Tropis Anggrek, Potensi Cuaca Ekstrem Membayangi Wilayah DIY
Meskipun tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut, Makwan menghimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana. "Mengingat hujan terus menerus sepanjang waktu menjadikan tanah permukaan gembur, daya cengkram akar pohom jadi lemah, potensi pohon yang rindang mudah tumbang kena angin. Jadi mohon kewaspadaan terutama perindang jalan dan yang dekat permukiman," kata Makwan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 terbaru. Kereta andalan komuter, murah, cepat, dan bebas macet.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo temukan kandang ayam dan pendangkalan di Sungai Code. Pemkot siapkan normalisasi dan wisata arung jeram.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.
Sindikat penipuan online modus asmara dan kripto palsu di Jateng raup Rp41 miliar. Polisi tetapkan 38 tersangka, 133 korban.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.