Investasi Sleman Tembus Rp3,53 Triliun, Ini Sektor Terbesarnya
Investasi Sleman mencapai Rp3,53 triliun pada Januari-September 2026. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang Rp1,58 triliun.
Ilustrasi aktivitas nelayan di Bantul./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Siklon Tropis Anggrek yang melanda DIY, berdampak pada aktivitas melaut nelayan Pantai Samas. Angin kencang yang terjadi di DIY dinilai cukup berisiko bagi nelayan untuk melaut.
Nelayan Pantai Samas, Tri Jarwanto menyampaikan akibat Siklon Tropis Anggrek nelayan Pantai Samas tidak melaut sejak Kamis (18/1/2024) hingga saat ini.
Meski begitu, menurut dia masih ada nelayan yang mencuri-curi untuk melaut di sekitaran Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Samas.
Dia menyampaikan ada sekitar dua kapal nelayan di Pantai Samas, dan satu kapal nelayan di Pantai Baru yang diduga masih melaut di sekitar TPI Samas. “Mereka paling lama melaut sekitar 2-3 jam saja, sekitar 1-2 mil dari bibir pantai,” katanya.
Dia menyampaikan selama ini nelayan Pantai Samas terus memantau kondisi cuaca melalui informasi yang dibagikan BMKG.
Sehingga, saat ini sebagian besar nelayan masih belum melaut dan terus menunggu informasi lebih lanjut terkait kondisi cuaca dampak dari Siklon Tropis Anggrek.
“Kami nanti update [melalui informasi BMKG] terus kapan ombaknya bagus. Kalau hujan sih tidak apa-apa, karena yang ditakuti angin, dan yang penting tidak badai,” katanya.
Sementara menurut dia, saat ini tengah memasuki masa musim ikan bawal. Sehingga pihaknya cukup menyayangkan aktivitas melaut yang terkendala karena adanya cuaca yang tidak mendukung.
“Untuk musim sebenarnya baru musim ikan, tetapi kendala siklon itu [Siklon Tropis Anggrek]. Sebelumnya kebetulan ini musim ikan baru mahal, ikan bawal,” katanya.
BACA JUGA: Nelayan Bantul Semakin Berkurang, Mitos Laut Selatan Ternyata Jadi Penyebabnya
Dia menambahkan harga bawal ukuran 1-7 ons per ekor dapat mencapai Rp50.000-Rp300.000 per kg. Menurutnya, menjelang Hari Raya Imlek, harga ikan bawal biasanya meningkat perlahan.
Sementara Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis, M Arief Nugraha menyampaikan saat ini ketinggian ombak di wilayah Pantai Parangtritis dan Depok masih normal berkisar 2-3 meter.
Meski begitu menurutnya angin yang terjadi saat Siklon Tropis Anggrek perlu diwaspadai nelayan. “Tetapi anginnya kencang, itu yang mungkin membuat nelayan takut melaut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Sleman mencapai Rp3,53 triliun pada Januari-September 2026. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang Rp1,58 triliun.
Indomaret menyerahkan empat unit tenda UMKM kepada Pemkab Banyumas untuk mendukung kegiatan promosi produk lokal dan pengembangan usaha kecil.
Sembilan kambing milik warga Bohol, Rongkop, Gunungkidul, ditemukan mati dengan luka gigitan. Kerugian ditaksir mencapai Rp4 juta.
Juventus menghadapi Genoa pada pekan kesembilan Serie A. Simak jadwal pertandingan, kondisi tim, prediksi susunan pemain, dan statistik kedua klub.
Fitur Scheduled Call WhatsApp memungkinkan pengguna menjadwalkan panggilan suara dan video. Simak cara membuat jadwal dan mengundang kontak.
Ekonomi Indonesia dan DIY diperkirakan membaik pada 2027. Inovasi, efisiensi bisnis, dan dukungan bagi UMKM menjadi perhatian Bank BPD DIY.