Long Weekend Mei 2026, Wisata Jogja Naik 25 Persen
Kunjungan wisata Jogja saat long weekend Mei 2026 diprediksi naik 25%, Malioboro tetap jadi favorit wisatawan.
Ilustrasi aktivitas nelayan di Bantul./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Siklon Tropis Anggrek yang melanda DIY, berdampak pada aktivitas melaut nelayan Pantai Samas. Angin kencang yang terjadi di DIY dinilai cukup berisiko bagi nelayan untuk melaut.
Nelayan Pantai Samas, Tri Jarwanto menyampaikan akibat Siklon Tropis Anggrek nelayan Pantai Samas tidak melaut sejak Kamis (18/1/2024) hingga saat ini.
Meski begitu, menurut dia masih ada nelayan yang mencuri-curi untuk melaut di sekitaran Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Samas.
Dia menyampaikan ada sekitar dua kapal nelayan di Pantai Samas, dan satu kapal nelayan di Pantai Baru yang diduga masih melaut di sekitar TPI Samas. “Mereka paling lama melaut sekitar 2-3 jam saja, sekitar 1-2 mil dari bibir pantai,” katanya.
Dia menyampaikan selama ini nelayan Pantai Samas terus memantau kondisi cuaca melalui informasi yang dibagikan BMKG.
Sehingga, saat ini sebagian besar nelayan masih belum melaut dan terus menunggu informasi lebih lanjut terkait kondisi cuaca dampak dari Siklon Tropis Anggrek.
“Kami nanti update [melalui informasi BMKG] terus kapan ombaknya bagus. Kalau hujan sih tidak apa-apa, karena yang ditakuti angin, dan yang penting tidak badai,” katanya.
Sementara menurut dia, saat ini tengah memasuki masa musim ikan bawal. Sehingga pihaknya cukup menyayangkan aktivitas melaut yang terkendala karena adanya cuaca yang tidak mendukung.
“Untuk musim sebenarnya baru musim ikan, tetapi kendala siklon itu [Siklon Tropis Anggrek]. Sebelumnya kebetulan ini musim ikan baru mahal, ikan bawal,” katanya.
BACA JUGA: Nelayan Bantul Semakin Berkurang, Mitos Laut Selatan Ternyata Jadi Penyebabnya
Dia menambahkan harga bawal ukuran 1-7 ons per ekor dapat mencapai Rp50.000-Rp300.000 per kg. Menurutnya, menjelang Hari Raya Imlek, harga ikan bawal biasanya meningkat perlahan.
Sementara Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis, M Arief Nugraha menyampaikan saat ini ketinggian ombak di wilayah Pantai Parangtritis dan Depok masih normal berkisar 2-3 meter.
Meski begitu menurutnya angin yang terjadi saat Siklon Tropis Anggrek perlu diwaspadai nelayan. “Tetapi anginnya kencang, itu yang mungkin membuat nelayan takut melaut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan wisata Jogja saat long weekend Mei 2026 diprediksi naik 25%, Malioboro tetap jadi favorit wisatawan.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.