Road to MJM 2026: Bukan Sekadar Ajang Lari Bergengsi
Menyambut ajang lari bergengsi dan berskala internasional Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026, Bank Mandiri memperkuat sinerginya dengan masyarakat dan pemangku k
Guguran awan panas Gunung Merapi di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Minggu (21/1/2024). – ist/X @BPPTKG
Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan abu dampak Awan Panas Guguran (APG) Gunung Merapi berpotensi masih bisa terjadi lagi. Tidak perlu khawatir, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) membagikan sejumlah langkah yang bisa dilakukan masyarakat ketika terjadi hujan abu.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso mengungkapkan erupsi seperti yang terjadi pada Minggu (21/1/2024) masih menjadi ancaman. Apalagi suplai magma masih berlangsung di Gunung Merapi hingga sekarang.
"Ancaman ke depan masih yang jelas ini erupsi seperti ini belum akan berakhir dalam waktu dekat. Karena suplai magma masih berlangsung sampai dengan masih signifikannya data seismik maupun deformasi. Sehingga itu yang kami antisipasi, jadi erupsi yang panjang seperti ini," terang Agus.
Potensi hujan abu lanjut Agus juga masih bisa terjadi. Agus mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir ketika hujan abu turun. "Hujan abu tentu masih ada, cuma ini tergantung angin dan masyarakat yang terkena hujan abu tidak perlu khawatir. Karena hujan abu ini tidak langsung membahayakan jiwa manusia," ungkapnya.
Lantas bagaimana langkah yang kudu diambil masyarakat ketika terjadi hujan abu. Agus menjelaskan untuk mengatasi gangguan pernapasan saat hujan abu, masyarakat bisa menggunakan masker saat beraktivitas. Sementara untuk melindungi tubuh, masyarakat yang terdampak hujan abu bisa mengenakan pakaian lebih tertutup.
"Cukup diantisipasi akibat sesaatnya. Misalnya gangguan pernafasan itu perlu diantisipasi dengan masker, kemudian melindungi diri dengan lebih menutup bagian tubuhnya seperti [dengan] topi dan segala macam," tandasnya.
BACA JUGA: Sebaran Abu Erupsi Gunung Merapi Mencapai Radius 30 Kilometer
Di sisi lain, Agus mengungkapkan bila BPPTKG terus menjalin komunikasi intensif dengan BPBD setempat perihal status dan aktivitas Merapi. Agus berharap pemerintah daerah maupun masyarakat bisa meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi situasi darurat.
"Yang bisa dilakukan saat ini oleh masyarakat dan pemerintah daerah itu ya meningkatkan kemampuan mereka untuk antisipasi situasi emergensi. Jadi simulasi-simulasi itu harus selalu dilatih. Sehingga ketika aktivitas Merapi berkembang sewaktu waktu, mereka sudah siap dengan responnya," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menyambut ajang lari bergengsi dan berskala internasional Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026, Bank Mandiri memperkuat sinerginya dengan masyarakat dan pemangku k
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.