PSS Sleman Kalah Dua Kali, Bupati Harda Minta Manajemen Segera Berbenah
PSS Sleman kalah dalam dua laga awal Super League 2026/2027. Bupati Harda Kiswaya berharap manajemen segera melakukan pembenahan.
Guguran awan panas Gunung Merapi di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Minggu (21/1/2024). – ist/X @BPPTKG
Harianjogja.com, SLEMAN—Erupsi Gunung Merapi yang terjadi Minggu (21/1/2024) menyebabkan awan panas guguran (APG). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyebutkan abu vulkanik menyebar hingga radius 30 kilometer.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso mengungkapkan serentetan awan panas guguran terjadi akhir pekan ini.
Awan panas guguran pertama, Minggu (21/1/2024) dilaporkan terjadi pada pukul 08.25 WIB dengan amplitudo maksimum 62 milimeter dan durasi 191,28 detik. Jarak luncur maksimal APG pertama ini mencapai 2.000 meter atau dua kilometer ke arah barat daya atau Kali Bebeng.
"Visual Gunung Merapi berkabut dan arah angin ke Timur. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan," jelasnya.
Awan panas guguran berikutnya terjadi beberapa jam berselang, tepatnya pada pukul 13.55 WIB. APG kedua ini memiliki amplitudo maksimum 42 milimeter dan berdurasi 214,40 detik. Jangkauan jarak luncur maksimalnya mencapai 2.000 meter ke barat daya atau Kali Bebeng.
BACA JUGA: Badai Siklon Anggrek, BPBD DIY: Dampak Lebih Banyak di Selatan
Selanjutnya APG ketiga terjadi kurang lebih satu jam berselang yakni pada pukul 14.12 WIB. Durasi APG ketiga ini paling lama dibanding dengan dua awan panas sebelumnya yakni selama 239,64 detik. Jangkauan APG ketiga juga paling jauh yakni dengan jarak luncur massal 2.400 meter ke arah barat daya.
Belum berhenti, awan panas guguran keempat terjadi pukul 17.19 WIB, dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan urasi 150 detik. Jarak luncur maksimal awan panas ketiga ini 1500 meter ke barat daya.
Dari kejadian awan panas guguran dari erupsi Gunung Merapi pertama hingga keempat, arah angin selalu mengarah ke arah timur. Karenanya Agus mengkonfirmasi jika dua wilayah yakni Boyolali dan Klaten terdampak hujan abu.
"Hujan abu itu Boyolali dan Klaten, mungkin jaraknya [abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi] sampai radius 30 kilometer ada. Iya [cukup jauh] itu karena pengaruh angin. Anginnya memang sedang kencang saat itu dan arahnya ke timur," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman kalah dalam dua laga awal Super League 2026/2027. Bupati Harda Kiswaya berharap manajemen segera melakukan pembenahan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.