Lansia di Jogja Jadi Tantangan Penerapan Identitas Digital
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman bertemu dengan Gubernur DIY, Sultan Hamengkubuwono X, di Kraton Kilen Jogja pada Selasa (23/1/2024)
Harianjogja.com, BANTUL–Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman bertemu dengan Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X, di Kraton Kilen Jogja pada Selasa (23/1/2024). Dalam pertemuan tersebut, Andi Amran Sulaiman dan Sri Sultan HB X mendiskusikan mengenai perkembangan perekonomian di sektor pertanian hingga modernisasi pertanian.
Dalam kunjungan tersebut, Amran menilai Jogja merupakan salah satu daerah sentra pangan utama nasional. Sehingga Kementan bersama dengan kepala daerah terkait untuk mengembangkan pertanian agar ketahanan pangan nasional terjaga dengan baik.
"Ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara. Kalau krisis ekonomi itu kita mampu bertahan, kita bisa lewati. Krisis kesehatan, Covid-19 kita lewati, tapi kalau krisis pangan bisa berdampak pada lainnya. Jadi, kita harus betul-betul bersama menjaganya," katanya melalui keterangan tertulis pada Rabu (24/1/2024).
Untuk mendukung ketahanan pangan nasional, menurut Amran, Kementan mulai melirik peralihan pertanian tradisional ke modern. Amran menyampaikan modernisasi pertanian telah menjadi fokus kerja Kementan dalam membangun pertanian selama ini.
BACA JUGA: Mentan Amran Pastikan Anggaran Pupuk Subsidi Ditambah Rp14 Triliun
BACA JUGA: Mentan Andi Amran Alokasikan Dana Pribadi Rp36 Miliar untuk Menjamin Agunan Benih
Dia menambahkan, pertanian Indonesia saat ini tengah berupaya bertransformasi dari pertanian tradisional menuju pertanian modern. Menurutnya, transformasi tersebut dilakukan dengan peralihan aktivitas pertanian menggunakan mesin pertanian modern.
Menurutnya sejumlah inovasi seperti alat mesin pertanian terbukti dapat mempercepat produksi dan meningkatkan produktivitas hingga 40-50 persen. Ia menegaskan paradigma sektor pertanian harus diubah dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern dengan tetap memberi prioritas tinggi bagi kesejahteraan petani.
Sementara sebelumnya, Sri Sultan HB X sempat meminta petani di daerahnya untuk mulai melakukan modernisasi alat pertanian dan pengembangan produk pertanian saat panen perdana melon di Wanadelima pada (15/1/2024).
"Petani milenial itu jangan hanya tanaman saja yang dilihat, tapi alatnya juga harus mendukung. Alatnya harus canggih, yang mengikuti perkembangan zaman," kata Sri Sultan HB X.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.