Rumah Studi De Britto Jadi Ruang Belajar Karakter di Tengah Era AI
Rumah Studi SMA Kolese De Britto di Sleman diresmikan Sultan HB X sebagai ruang pendidikan karakter dan refleksi di era AI.
Wisatawan berenang di pintu keluar Gua Pindul pada Rabu (24/1/2024). Belakangan debit air di Gua Pindul kerap naik akibat hujan deras terus menerus di masa Badai Tropis Anggrek. - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono\r\n\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa angka kunjungan wisatawan beberapa hari belakangan menurun akibat badai tropis anggrek. Penurunan mencapai 30% di seluruh destinasi wisata yang dikelola Pemkab.
Sub Koordinator Objek dan Daya Tarik Wisata Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Aris Sugiyantoro mengatakan penurunan wisatawan mencapai 30% selama badai tropis anggrek.
“Dampak siklon [Badai Tropis] Anggrek terhadap fisik atau sarana di destinasi wisata memang hampir tidak ada kerusakan. Hal ini tentu berbanding terbalik ketika terjadi Badai Cempaka atau Dahlia di akhir tahun 2017,” kata Aris, Rabu (24/1/2024).
Kendati tidak menyebabkan kerusakan fisik, Aris mengaku siklon tropis anggrek sangat berpengaruh terhadap penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung, tentunya juga berpengaruh terhadap para pelaku usaha pariwisata.
Data Dinas Pariwisata Gunungkidul menunjukkan bahwa angka kunjungan pada Sabtu (13/1/2024) mencapai 11.109 orang dan Minggu (15/1/2024) mencapai 17.173 orang. Kemudian pada Sabtu (20/1/2024) angka kunjungan turun menjadi 8.113 orang dan pada Minggu (21/1/2024) mencapai 12.224 orang.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Gunungkidul, Supriyanta mengatakan destinasi pariwisata di Gunungkidul hampir semuanya merupakan daya tarik wisata alam. Sebab itu, destinasi di Bumi Handayani rentan terdampak cuaca ekstrem.
BACA JUGA: Wisatawan Kini Bisa Keliling Sumbu Filosofi Jogja hingga Malam Hari
“Sehingga kondisi cuaca sangat berdampak terhadap sektor pariwisata. Hal ini dapat dilihat berdasarkan data wisatawan yang menunjukkan penurunan,” katanya.
Dia melanjutkan, Dispar juga telah memberikan sosialisasi kepada Pokdarwis, Desa Wisata, pelaku wisata untuk lebih berhati-hati terhadap cuaca ekstrem seperti Badai Tropis Anggrek.
“Hindari berteduh di bawah pohon yang rindang. Lalu silakan lakukan pemangkasan pohon, perawatan, dan pemeliharaan tempat usaha wisata untuk menjamin keamanan kenyamanan dan keselamatan baik wisatawan dan pihak lain,” ucapnya.
Di lain pihak, salah satu operator Gua Pindul, Adi mengatakan elevasi air di Gua Pindul dalam kondisi normal mencapai 0,5 meter. Apabila hujan deras turun , debit air bertambah dan elevasi meningkat menjadi hampir menyentuh lima meter. “Kalau airnya sudah tinggi (di masa-masa Badai Tropis Anggrek), wisatawan kami setop tidak kami perbolehkan masuk; untuk keselamatan,” kata Adi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rumah Studi SMA Kolese De Britto di Sleman diresmikan Sultan HB X sebagai ruang pendidikan karakter dan refleksi di era AI.
Ibu dan dua anak di Wates, Kulonprogo, tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang saat mengendarai sepeda motor. Ketiganya dilarikan ke RSUD Wates.
DPR AS melalui Jamie Raskin membuka penyelidikan terhadap FIFA dan hubungan Gianni Infantino dengan Presiden Donald Trump. FIFA diminta menyerahkan sejumlah dok
Job Fair Bantul 2026 akan digelar pada 6-7 Agustus di Stadion Sultan Agung. Sebanyak 15 perusahaan membuka sekitar 1.000 lowongan kerja dengan target 750 pencar
TECNO, brand teknologi inovatif berbasis AI, resmi meluncurkan TECNO MEGABOOK K14S. Laptop berukuran 14 inci ini memadukan performa tingg, desain premium
Pablo Nieto menyebut Maverick Vinales bisa dilupakan dalam sehari di MotoGP. Cedera dan konflik dengan KTM membuat masa depannya terancam.