Alex Marquez Diduga Melaju 212 Km/Jam Saat Crash Horor
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.
Panitia Mubes Nahdliyin Nusantara saat menyampaikan keterangan pers di hadapan awak media di Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Sabtu (27/1/2024) siang/ Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah warga Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung dalam Nahdliyin Nusantara akan menggelar Musyawarah Besar (Mubes) Nahdliyin Nusantara, di Kampoeng Mataraman, Ringroad Selatan Panggungharjo, Sewon, Bantul, Minggu (28/1/2024).
Dalam Mubes Nahdliyin Nusantara itu membahas mengenai agenda-agenda mutakhir jamiah NU dan mendorong agar warga dan pengurus NU untuk kembali ke khittah, yakni bersikap netral dan mengedepankan langkah-langkah politik kebangsaan pada Pemilu 2024.
BACA JUGA: Dampak Bencana di Kota Jogja, Sejumlah Rumah Rusak dan Puluhan Pohon Tumbang
Koordinator Panitia Mubes Nahdliyin Nusantara Hasan Basri Marwah mengungkapkan salah satu dasar pihaknya menggelar acara tersebut adalah adanya kondisi jamiah yang dinilai terlarut dalam aktivitas politik praktis. Sementara di Jogja akan digelar Konbes & Harlah NU ke-101 pada tanggal 28-31 Januari 2024. Untuk itu, pihaknya mendorong agar semua pihak, utamanya pengurus NU untuk kembali ke khittah.
"Ini juga didasari dengan banyaknya berita-berita dan dari video-video yang beredar di tengah warga NU, banyak sekali pengurus harian NU dan Banom-Banomnya yang terlibat dalam aktivitas dukung mendukung calon presiden dan wakil presiden tertentu secara terbuka. Ini tentu sangat meresahkan para Nahdliyin, karena penggunaan jamiah untuk kepentingan politik praktis," katanya di Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Sabtu (27/1/2024) siang.
Selain itu, Hasan Basri juga mengungkapkan jika dalam dasar nilai-nilai keulamaan, yang berpijak pada ahlussunah wal jama'ah an-nahdliyyah, menegaskankan arti pentingnya amar ma'ruf nahi munkar. Sehingga memberikan pengertian nilai-nilai ulama yang berpijak pada ahlusunnah waljamaah adalah nilai-nilai yang berpijak pada keilmuan, kejujuran, keteladanan, kerahmatan, dan penggayoman (riayatul ummah).
"Dasar-dasar politik ahlussunah wal jama'ah an-nahdliyyah bukan untuk mencari kemenangan- kemenangan kekuasaan, tetapi untuk menegakkan nilai-nilai moral di dalam pengelolaan kekuasaan, keadilan, dan berdemokrasi yang bersih dari suap menyuap," terangnya.
Sementara, berdasarkan hukum-hukum yang telah ditetapkan pada Muktamar NU tahun 1999 dan 2002 tentang nasbul imam dan demokrasi dan tentang money politic, kata Hasan, mengangkat imam itu wajib yang harus disertai dengan penciptaan masyarakat demokratis. "Sementara money politic adalah haram dan bentuk pengkhianatan, karena money politic itu lidafil haqq litahshilil bathil," ucap Hasan.
Menurut Hasan Basri, berdasarkan hubungan di dalam jamiah itu didasarkan pada AD ART, sehingga setiap jenjang kepemimpinan di dalam jamiah adalah ranah kebijakan jamiah yang juga perlu ditakar melalui ukuran-ukuran AD ART.
BACA JUGA: Pemda DIY Minta Kabupaten Kota Tangkap Peluang Proyek Kereta Cepat dan Tol Jogja-Solo
"Ketaatan Pengurus Jamiah adalah puncaknya adab dalam berjamaah, dan tawashou bil haq dalam berjamaah adalah bagian dar! implementasi berjamiah yang ada AD ART-nya," ucapnya.
Terkait Pemilu, Hasan mengungkapkan, PBNU harus mengambil sikap netral dan mengedepankan langkah-langkah politik kebangsaan yang mandiri dan mencerminkan karakter politik berbasis Aswaja. Sehingga, Rais Aam dan jajaran syuriah PB NU memiliki hak mutlak menegur dan memberhentikan pengurus PB NU yang terlibat langsung dengan praktik politik praktis dalam Pemilu.
"Memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada warga NU menyalurkan hak-hak politiknya dalam setiap Pemilu dan tidak mengarahkan secara vulgar dan murahan agar pengurus NU dari PB NU sampai MWC memilih salah satu pasangan calon Capres dan Cawapres," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.