Top Ten News Harianjogja.com Edisi Rabu 20 Mei 2026
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Foto ilustrasi Underpass Kentungan Ringroad Utara Sleman.-Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY melalui Dinas Perhubungan DIY mengajukan pembangunan dua bundaran besar di sisi timur dan barat Ringroad Utara Sleman untuk meminimalkan kepadatan lalu lintas ketika tol Jogja-Solo beroperasi.
Dua bundaran ini direncanakan akan menghapus lampu bangjo di semua Simpang Empat Ringroad utara. Opsi ini diajukan setelah Dishub DIY melakukan kajian yang hasilnya arus lalu lintas diprediksi akan berlipat-lipat masuk ke Jogja setelah tol beroperasi.
Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan DIY Rizki Budi Utomo menjelaskan, dari hasil kajian manajemen lalu lintas terkait dampak operasional tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen, diprediksi arus lalu lintas akan terjadi berlipat dari kondisi saat ini belum beroperasinya tol. Adapun prediksi titik terparah arus tersebut akan menumpuk di Ringroad Utara.
"Beban lalu lintas itu kemungkinan besar semuanya akan masuk ke Ringroad karena lokasi on dan off tol Jogja-Solo ini nantinya berada di Ringroad. Kondisi saat ini saja Ringroad sudah sangat crowded, apalagi nanti ketika ketambahan arus dari tol," katanya, Kamis (1/2/2024).
Sebagaimana diketahui tol Jogja-Solo di Ringroad Utara atau ruas Maguwoharjo-Trihanggo, setidaknya ada empat akses keluar masuk. Terdiri atas, pertama on/off ramp di kawasan Maguwoharjo yang berdasarkan peta tampak titiknya berada di sebelah utara ringroad tepatnya di Kawasan Sanggrahan sebelah barat SMK 1 N Depok atau kawasan Cassa Grande.
Kedua, on/off ramp UPN, berada di sebelah utara ringroad atau sebelah barat Jalan Nusa Indah. Ketiga on/off ramp Monjali yang berada di sebelah utara ringroad, titiknya titiknya di tengah antara Jalan Palagan dan Jalan Kaliurang. Keempat on/off ramp Trihanggo yang berada di simpang empat Trihanggo.
Keempat akses keluar masuk dari tol Jogja-Solo tersebut diprediksi akan menimbulkan kepadatan arus lalu lintas di Ringroad. Oleh karena itu dari hasil kajian Dishub DIY diberikan beberapa opsi yang salah satunya cukup masuk akal untuk dilakukan yaitu dengan membangun dua bundaran besar.
Karena keberadaan bundaran tersebut menjadikan arus lalu lintas sepanjang Ringroad Utara tidak perlu lagi ada pemberhentian. Sehingga seluruh persimpangan di sepanjang Ringroad yang terdiri atas Simpang Empat UPN, Gejayan (Condongcatur) dan Monjali ditutup dan tidak perlu lagi ada lampu bangjo.
Semua arus lalu lintas baik yang dari utara mau ke selatan maupun dari selatan ke utara harus berputar lebih dahulu melewati bundaran tersebut. "Jadi tidak ada lagi crossing [persimpangan lampu bangjo]. Teknisnya, arus lalu lintas dari arah selatan ke utara harus berbelok ke kiri [ke barat] melewati bundaran yang di sebelah barat dan arus dari utara ke selatan juga berbelok ke kiri [ke timur] untuk memutar di bundaran sisi timur," katanya.
Dengan demikian, kata dia, butuh dua bundaran besar yang lokasinya berada di sisi timur dan barat Ringroad Utara Sleman. Syaratnya bundaran tersebut harus besar yang dapat mengakomodasi arus lalu lintas di semua persimpangan di Ringroad. Meski dilewati arus dari semua persimpangan Ringroad, namun perkiraan teknisnya kendaraan tidak menumpuk di bundaran tersebut karena secara umum arus lalu lintas berjalan.
"Kalau dari kajian kami bundarannya harus besar karena itu mengakomodasi semua persimpangan, kendaraan semua berjalan dan tidak ada yang berhenti. Nanti titiknya jangan terlalu dengan dengan exit toll [on ramp dan off ramp] karena agak berbahaya ketika dampak arus keluar dari tol Jogja-Solo bertemu arus lokal, kan butuh jalan panjang untuk menyatu dengan lalu lintas lokal," katanya.
BACA JUGA : Pemda DIY Minta Kabupaten Kota Tangkap Peluang Proyek Kereta Cepat dan Tol Jogja-Solo
Ia mengatakan opsi perencanaan itu akan segera disampaikan ke Kementerian PUPR dengan harapan ada tindak lanjut. Mengingat Ringroad Utara merupakan jalan nasional yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. Sebelum dilakukan tindaklanjut, tentunya Kementerian PUPR lebih dahulu akan melakukan kajian terkait bundaran tersebut.
“Termasuk nanti titik lokasinya di mana nanti hasil kajian dari pusat. Tetapi dari hasil kajian kami ada dua bundaran antara di barat dan timur Ringroad Utara di bawah tol Jogja-Solo yang nantinya elevated untuk di Ringroad,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
BYD Atto 3 generasi ketiga resmi meluncur dengan RWD, cas 5 menit hingga 70 persen, dan jarak tempuh sampai 630 km.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.
Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi usai mencetak dua gol saat menang 4-1 atas Damac.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.