Bulog Terapkan Formula 2-3-4 untuk Jaga Mutu Beras SPHP
Bulog mengubah pola pengelolaan stok beras SPHP dari FIFO menjadi formula mixing 2-3-4 untuk menjaga mutu beras yang disalurkan.
Ilustrasi ikan bawal putih. (SHUTTERSTOCK)
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kulonprogo mengingatkan nelayan setempat mengelola dana hasil penjualan ikan dengan baik seiring hasil tangkapan bawal putih dalam beberapa minggu terakhir yang melimpah.
Kepala DKP Kulonprogo Trenggono di Kulonprogo, Sabtu (3/2), mengatakan beberapa hari minggu terakhir, nelayan sepanjang panta selatan menangkap ikan bawal.
Hal ini sudah mulai terlihat di TPI Trisik, TPI Bugel, TPI Karangwuni dan TPI Congot.
"Panen ikan bawal diharapkan dapat meningkatkan pendapatan nelayan. Kami berpesan kelola uang dengan baik, sehingga saat paceklik ikan memiliki tabungan yang cukup," kata Trenggono.
Ia mengatakan tangkapan ikan yang banyak dan memiliki harga yang tinggi adalah harapan dari nelayan saat melaut.
Hasil tangkapan ikan dari nelayan dapat terlihat di tempat pelelangan ikan (TPI) di mana hasil tangkapan akan dilelang kepada sejumlah tengkulak.
BACA JUGA: Jelang Imlek, Harga Bawal Laut di Bantul Capai Rp400 Ribu per kilogram
TPI Trisik melelang sekitar 32 kg ikan bawal per hari. Adanya ikan bawal ini membuat nelayan lebih semangat dalam melaut, karena jenis ikan ini menjadi harapan dari nelayan mengingat harganya yang lumayan tinggi.
"Tingginya hasil tangkapan ikan dapat memenuhi target pendapatan dari retribusi tempat pelelangan ikan DKP Kabupaten Kulon Progo," katanya.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kulon Progo Wakhid Purwosubiyantoro mengatakan DKP Kulon Progo berharap nelayan mampu mengelola pengeluaran dari pendapatan hasil penangkapan secara bijaksana.
"Hasil tangkapan ikan tidak menentu. Jenis ikan yang ditangkap juga berbeda-beda. Kami berharap dengan tangkapan ikan bawal yang memiliki nilai jual tinggi, nelayan bijak mengelola uang hasil penjualan ikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bulog mengubah pola pengelolaan stok beras SPHP dari FIFO menjadi formula mixing 2-3-4 untuk menjaga mutu beras yang disalurkan.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.