Mi Lethek Srandakan Tembus 50 Toko, Omzet Capai Rp20 Juta
Mi Lethek Yu Murti di Srandakan Bantul naik kelas dengan kemasan modern. Kini dipasarkan di 50 toko dan omzetnya tembus Rp20 juta.
Kampanye pemilu - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY mengaku menerjunkan satuan tugas perlindungan perempuan dan anak (Satgas PPA) untuk mengantisipasi dan mengawal adanya keterlibatan anak dalam kampanye Pemilu 2024.
Kepala DP3AP2 DIY, Erlina Hidayati Sumardi mengatakan dalam aturan, anak-anak memang tidak boleh dilibatkan dalam kampanye Pemilu.
Maka pihaknya bersama Satgas PPA akan memastikan agar anak tidak dilibatkan dalam kampanye Pemilu. Selain itu petugas Bawaslu juga ikut mengawal soal fenomena tersebut. "Sampai sekarang belum ada laporan pelanggaran dari satgas saya," ujarnya, Senin (5/2/2024).
Menurut Erlina pada Pemilu sebelumnya memang ada temuan terkait dengan keterlibatan anak dalam proses kampanye. Hal itu dikarenakan Pemilu 2019 suasana dan kondisinya cukup riuh dan tergolong besar. Fenomena itu kemudian menarik antusiasme anak-anak sehingga mereka ikut serta dalam proses kampanye Pemilu.
"Kemudian juga anak-anak diajak orang tuanya karena enggak mau ditinggal. Tahun ini tampaknya edukasinya sudah semakin baik. Pengawasannya juga sudah semakin baik dan tidak begitu brutal ya kalau dibandingkan kampanye lima tahun lalu," jelasnya.
Erlina menambahkan, jika di lapangan ditemukan keterlibatan anak dalam proses kampanye hal itu akan langsung ditangani oleh petugas. Satgas PPA, kata dia juga sudah dibekali dengan pengetahuan khusus ketika melihat adanya anak-anak yang terlibat dalam kampanye Pemilu.
"Kami mengimbau orang tua untuk memahami hak-hak anak, anak itu punya hak untuk tumbuh kembang dengan baik. Kemudian juga terlindungi dari kekerasan sementara di dalam kampanye itu belum tentu anak terlindungi," pungkasnya.
BACA JUGA: Sampah dari Alat Peraga Kampanye di DIY Diprediksi Capai 160 Ton
Sebelumnya, Bawaslu DIY menyatakan pelibatan anak dalam kampanye juga cukup marak di lapangan. Apalagi di masa kampanye rapat akbar. Ketua Bawaslu DIY Mohammad Najib menyebutkan, belum ada laporan mengenai kampanye dengan melibatkan anak kepada pihaknya. Namun pihaknya tetap melakukan mitigasi dan pencegahan.
"Mitigasi kita arahkan agar anak-anak dikelompokkan di luar arena kampanye. Misalnya di gedung kampanyenya, tapi kalau terjadi banyak di pertemuan terbatas maka kita minta pelaksanaannya untuk anak-anak didudukkan diluar gedung sehingga tidak terlibat langsung," urainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mi Lethek Yu Murti di Srandakan Bantul naik kelas dengan kemasan modern. Kini dipasarkan di 50 toko dan omzetnya tembus Rp20 juta.
10 rekomendasi film Juli 2026: Spider-Man, Moana live action, Petaka Gunung Welirang, dan banyak lagi. Catat jadwal tayangnya dan siapkan daftar tontonan Anda!
Popcorn berbahaya untuk balita di bawah 4 tahun! Risiko tersedak dan aspirasi ke paru-paru mengintai. Simak penjelasan dokter dan camilan alternatif yang aman.
Fardhan Rainanda Joe ke final BAJC 2026! Kalahkan wakil China dalam tiga gim sengit. Indonesia masih punya asa meraih gelar juara Asia.
Istirahat di mobil dengan AC nyala memang praktis, tapi waspadai gas karbon monoksida! Pelajari penyebab sebenarnya "keracunan AC" dan tips aman perjalanan.
restorasi Gumuk Pasir Bantul, Gumuk Pasir Parangkusumo, penataan kawasan pantai selatan Bantul, penebangan vegetasi Gumuk Pasir, cemara udang Parangkusumo, Satp