DPRD Bantul Soroti Izin Kolam Koi di Villa Banguntapan yang Dikeluhkan Warga
DPRD Bantul menyoroti izin kolam koi di Villa Banguntapan setelah warga mengeluhkan rembesan air, kolam jebol, hingga dugaan pencemaran.
Kampanye pemilu - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY mengaku menerjunkan satuan tugas perlindungan perempuan dan anak (Satgas PPA) untuk mengantisipasi dan mengawal adanya keterlibatan anak dalam kampanye Pemilu 2024.
Kepala DP3AP2 DIY, Erlina Hidayati Sumardi mengatakan dalam aturan, anak-anak memang tidak boleh dilibatkan dalam kampanye Pemilu.
Maka pihaknya bersama Satgas PPA akan memastikan agar anak tidak dilibatkan dalam kampanye Pemilu. Selain itu petugas Bawaslu juga ikut mengawal soal fenomena tersebut. "Sampai sekarang belum ada laporan pelanggaran dari satgas saya," ujarnya, Senin (5/2/2024).
Menurut Erlina pada Pemilu sebelumnya memang ada temuan terkait dengan keterlibatan anak dalam proses kampanye. Hal itu dikarenakan Pemilu 2019 suasana dan kondisinya cukup riuh dan tergolong besar. Fenomena itu kemudian menarik antusiasme anak-anak sehingga mereka ikut serta dalam proses kampanye Pemilu.
"Kemudian juga anak-anak diajak orang tuanya karena enggak mau ditinggal. Tahun ini tampaknya edukasinya sudah semakin baik. Pengawasannya juga sudah semakin baik dan tidak begitu brutal ya kalau dibandingkan kampanye lima tahun lalu," jelasnya.
Erlina menambahkan, jika di lapangan ditemukan keterlibatan anak dalam proses kampanye hal itu akan langsung ditangani oleh petugas. Satgas PPA, kata dia juga sudah dibekali dengan pengetahuan khusus ketika melihat adanya anak-anak yang terlibat dalam kampanye Pemilu.
"Kami mengimbau orang tua untuk memahami hak-hak anak, anak itu punya hak untuk tumbuh kembang dengan baik. Kemudian juga terlindungi dari kekerasan sementara di dalam kampanye itu belum tentu anak terlindungi," pungkasnya.
BACA JUGA: Sampah dari Alat Peraga Kampanye di DIY Diprediksi Capai 160 Ton
Sebelumnya, Bawaslu DIY menyatakan pelibatan anak dalam kampanye juga cukup marak di lapangan. Apalagi di masa kampanye rapat akbar. Ketua Bawaslu DIY Mohammad Najib menyebutkan, belum ada laporan mengenai kampanye dengan melibatkan anak kepada pihaknya. Namun pihaknya tetap melakukan mitigasi dan pencegahan.
"Mitigasi kita arahkan agar anak-anak dikelompokkan di luar arena kampanye. Misalnya di gedung kampanyenya, tapi kalau terjadi banyak di pertemuan terbatas maka kita minta pelaksanaannya untuk anak-anak didudukkan diluar gedung sehingga tidak terlibat langsung," urainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul menyoroti izin kolam koi di Villa Banguntapan setelah warga mengeluhkan rembesan air, kolam jebol, hingga dugaan pencemaran.
Volkswagen menyetujui tambahan pengurangan 50.000 posisi. Total pekerjaan yang dipangkas hingga 2030 mencapai 100.000 posisi di tengah tekanan industri otomotif
PSIM Jogja ditahan Persita 1-1 dalam lanjutan Super League 2026/2027. Sempat tertinggal, gol A. Purzycki pada menit ke-84 menyelamatkan Laskar Mataram.
Kenali 10 perangkat elektronik yang tetap menyedot listrik saat standby. Simak cara sederhana mengurangi konsumsi listrik dan tagihan bulanan.
Daftar harga mobil hybrid dan PHEV September 2026 di Indonesia. Pilihannya mulai Rp280 jutaan hingga hampir Rp4 miliar.
Pieter Huistra mengaku kecewa setelah PSS Sleman kalah 1-2 dari Bali United pada laga perdana Super League 2026/2027. Ia menyoroti penalti kontroversial dan kes