Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Risto Vidakovic./Istimewa -- PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman harus puas berbagi skor imbang 2-2 dengan tim tamu Persikabo 1973 dalam laga lanjutan BRI Liga 1 2023/2024 pada Minggu (4/2/2024) malam. Dalam pertandingan tersebut, PSS yang sempat unggul dari tim tamu minim melakukan pergantian pemain.
Kubu Persikabo 1973 tercatat melakukan empat pergantian pemain dalam laga pekan ke-24 BRI Liga 1 tersebut. Keempat pergantian tersebut dilakukan Pelatih Persikabo 1973, Aji Santoso saat timnya dalam posisi tertinggal. Aji bahkan melakukan dua pergantian pemain sekaligus pada menit ke-71 yang hanya berjarak 10 menit seusai Persikabo tertinggal.
Sebaliknya, PSS Sleman dalam pertandingan tersebut hanya menggunakan dua pergantian pemain mereka. Satu pemain dimasukkan di menit ke-71 saat Sleman masih unggul, yakni Ajak Riak yang masuk menggantikan Esteban Vizcarra. Sementara satu pergantian lagi dilakukan di menit 90+2 saat kondisi telah imbang 2-2
Menanggapi pergantian pemain ini, Pelatih Kepala PSS Sleman, Risto Vidakovic punya alasannya tersendiri. Dari pandangan Risto pemain yang ada di lapangan telah bermain bagus sehingga tidak membutuhkan adanya pergantian.
"Saya pikir pemain yang bermain bagus saat itu, jadi kami pikir kami tidak punya kesulitan untuk melakukan perubahan. Tidak ada alasan untuk mengganti pemain, karena kami butuh pemain yang tinggi," ujarnya seusai laga.
Risto membutuhkan pemain tinggi untuk membantu lini pertahanan, dalam konteks ini Ajak Riak sebagai penyerang jangkung mungkin bisa membantu tim menghalau bola saat skema set piece.
Akan tetapi, mayoritas pemain bangku cadangan PSS yang sedikit kecil, membuat Risto tak melakukan banyak pergantian pemain. Substitusi pemain justru akan berisiko saat tim harus maghalau skema bola-bola mati.
"Sayangnya kami punya semua pemain yang ada di bangku cadangan sedikit kecil. Jadi jika saya mengganti pemain, mungkin di tendangan pojok kami akan kesulitan dan saya tetap menjaga pemain tinggi di dalam lapangan dan itulah alasan kenapa saya tidak mengganti pemain," jelasnya.
BACA JUGA: Gagal Menang di Kandang, Pelatih PSS Sebut 3 Hal Ini Alasannya
Di luar postur, sekali lagi pemain yang bermain di lapangan kala itu menunjukkan performa baik. Sehingga ia tak melakukan pergantian. Di sisi lain, gol yang dicetak tim lawan pun berasal dari skema tendangan jarak jauh. Sehingga dalam kasus ini, melakukan pergantian pemain pun tidak mengubah apapun.
"Tidak, mereka adalah pilihan, tapi saya pikir tidak perlu untuk mengganti [pemain] jika pemain yang main bermain bagus. Di kasus ini mereka mencetak gol dari jarak jauh, jadi itu tidak mungkin bahkan jika kita mengganti pemain itu tendangan jarak jauh jadi mengganti pemain tidak mengubah apapun" tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu