Bank Jateng Perkuat Sinergi dengan KIW, Dorong Ekosistem Industri dan Dunia Usaha
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memperkuat sinergi dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan para pelaku usaha di kawasan industri
Wakil Bupati Danang Maharsa saat memberikan sambutan dalam apel siaga pengawasan dan perhitungan suara Pemilu 2024 di Lapangan Denggung, Sleman, Minggu (11/2/2024)./ Harian Jogja - David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Bawaslu Sleman menggelar apel siaga pengawasan pemungutan dan perhitungan suara Pemilu 2024 di Lapangan Denggung, Sleman, Minggu (11/2/2024). Kegiatan ini sebagai upaya menyukseskan penyelenggaraan pesta demokrasi di Bumi Sembada.
Kegiatan ini diikuti petugas pengawas mulai dari Tingkat kabupaten, kapanewon, kalurahan hingga ribuan petugas pengawas TPS. Selain itu, juga dihadiri oleh jajaran Forkompida Sleman.
Ketua Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar mengatakan, pengawas pemilu memiliki tanggung jawab yang tinggi dalam mengawal penyelenggaraan pemilu. Oleh karenanya, ia meminta kepada seluruh petugas dapat menjalankan tugas-tugasnya secara professional dan berintegritas.
“Apel siaga ini sebagai bukti kesiapan untuk memastikan penyelenggaraan pemungutan dan perhitungan suara dapat berjalan dengan lancar,” kata Arjuna kepada wartawan, Minggu (11/2/2024) pagi.
Menurut dia, keberhasilan dalam pemilu tidak hanya menjadi tugas penyelenggara. Pasalnya, Masyarakat juga bisa ikut terlibat aktif untuk mewujudkan hal tersebut.
“Untuk mewujudkan pemilu yang sehat dan demokratis, maka semua pihak harus ikut berperan dalam mengawasinya,” katanya.
Arjuna menekanan, tanpa dilaksanakannya pengawasan secara efektif dan efisien, maka akan ada potensi pelanggaran yang dapat merusak proses demokrasi. Salah satu fokus pengawasan pada saat pemungutan suara adalah upaya melindungi hak pilih setiap warga negara.
“Setiap suara memiliki hak yang sama dalam pemilihan,” katanya.
BACA JUGA: Kotak Suara Sempat Tercecer saat Dikirim ke Gudang, Bawaslu Sleman: Hati-hati!
Ditambahkan dia, pengawasan yang transparan dapat membangun kepercayaan terhadap Lembaga pemerintahan yang terpilih. Oleh karenanya, dalam menjalanan tugas yang dimiliki setiap petugas pengawasan harus bekerja secara cermat dan transparan.
“Integritas ini menjadi satu prinsip yang penting untuk mewujudkan hasil pemilu sesuai dengan cerminan kehendak rakyat,” katanya.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa dalam sambutannya mengatakan, kesuksesan penyelenggaraan pemilu merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap pemungutan suara yang yang berlangsung 14 Februari dapat berjalan dengan aman lancar dan damai.
“Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengawal pemilu di setiap tahapannya. Pastikan, untuk menjaga kejujuran kredibilitas dan validitas hasil suara pada saat pemilihan berlangsung,” katanya.
Menurut dia, Masyarakat juga bisa ikut berpartisipasi dalam menjaga situasi dan kondisi tetap aman. Oleh karenanya, Danang berharap Masyarakat tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan meski di tengah perbedaan pandangan politik yang ada.
“Pemilu adalah hajat kita bersama. Mari jaga persatuan dak kesatuan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan kebhinekaan dalam setiap langkah kita menjelang, selama atau setelah pemilu dilaksanakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memperkuat sinergi dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan para pelaku usaha di kawasan industri
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.