Pemuda Muhammadiyah Ajak Warga Jogja Peduli Penanganan Sampah

Sunartono
Sunartono Senin, 12 Februari 2024 23:37 WIB
Pemuda Muhammadiyah Ajak Warga Jogja Peduli Penanganan Sampah

Diskusi publik bertajuk Mencari Solusi Penanganan Sampah Kota Jogja yang Komperhensif dan Berkelanjutan yang digelar Pemuda Muhammadiyah, di Aula Kantor PD Muhammadiyah Kota Jogja. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Penanganan sampah di Kota Jogja diusulkan ke arah berbasis gerakan ketimbang program. Melalui gerakan penanganan sampah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran setiap individu untuk memilah sejak dini dari tempat tinggal masing-masing.

Hal ini dibahas dalam agenda diskusi publik bertajuk Mencari Solusi Penanganan Sampah Kota Jogja yang Komperhensif dan Berkelanjutan, di Aula Kantor PD Muhammadiyah Kota Jogja, Minggu (11/2/2024) sore.

"Kami mendiskusikan ini karena ingin merespons bagaimana penanganan sampah di Kota Jogja. Selain itu mengajak masyarakat Jogja unk secara sadar bersama-sama mengelola sampah, mulai dari memilah di setiap rumah," kata Wakil Ketua Bidang Riset Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Jogja, Fauzi Rochman.

BACA JUGA : Pengelolaan Sampah untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Fauzi Rochman sepakat dengan gerakan yang dilakukan salah satu komunitas penanganan sampah, Jogja Obah, yang dihadirkannya sebagai narasumber dalam diskusi tersebut. Bahwa prinsipnya Pemuda Muhammadiyah selalu mendukung setiap gerakan positif di masyarakat.

"Apalagi soal penanganan sampah, tentu kami sepakat bahwa penanganan sampah ini memang harus berbasis gerakan," ujarnya.

Ia berharap tidak ada lagi sampah yang berserakan di Kota Jogja. "Karena Jogja ini kan destinasi wisata populer, ayolah masyarakat semua kita bersama-sama mengelola sampah masing-masing," ujarnya.

Founder Gerakan Komunitas Penanganan Sampah, Jogja Obah, Dwi Kuswantoro menilai Pemuda Muhammadiyah sebenarnya bisa berperan banyak terhadap gerakan penanganan sampah di Kota Jogja. Bisa juga bergabung dalam setiap kegiatan bersih sampah di komunitasnya. Mengingat Pemuda Muhammadiyah memiliki personel yang cukup banyak.

"Kita bisa menjadikan kelompok Pandawa sebagai motivasi, hanya lima orang saja tetapi merek mampu membersihkan berbagai tempat dan aksinya viral," ujarnya.

Ia menegaskan penanganan sampah di Kota Jogja memang harus berbasis gerakan dan tidak bisa hanya mengandalkan program. Karena melalui gerakan menjadi lebih cepat penanganannya.

"Selain itu penanganan sampah di kawasan perbatasan DIY sebaiknya jangan terpaku dengan batas administrarif, misalnya seperti di dekat sungai Gajah Wong perbatasan Kota Jogja dengan Bantul yang seringkali muncul," ujarnya.

Di sisi lain masyarakat diimbau agar tidak sembarangan membuang sampah. Saat ini sudah ada banyak bank sampah di Kota Jogja, pemerintah bisa memfasilitasi dan memaksimalkannya. "Gerakan yang muncul itu bisa juga difasilitasi pemerintah," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online