Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Sejumlah warga binaan mengikuti pemungutan suara di Lapas Wirogunan, Rabu (14/2/2024)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA–Sebanyak 473 warga binaan lapas (WBP) Lapas Kelas II A Wirogunan melaksanakan pemilihan suara di dalam kompleks lapas, Rabu (14/2/2024). Hak pilih seluruh warga binaan dipastikan terakomodir.
Pemungutan suara berlangsung di aula Lapas Wirogunan, dimulai dari pukul 07.00 WIB, diawali dengan seremonial pembukaan dan persiapan surat suara. Para WBP mulai memasuki aula sekitar pukul 08.15 WIB, yang diatur berkelompok sebanyak delapan orang per kelompok.
BACA JUGA: Ini Pesan Mahfud Md Usai Nyoblos di TPS 106 Sambilegi Lor
Kepala Lapas Kelas II A Wirogunan, Soleh Joko Sutopo, menjelaskan di Lapas Wirogunan terdapat dua TPS Lokasi Khusus yakni TPS 901 dan TPS 902. “Pemilih terdiri dari pegawai dan warga binaan, totalnya sebanyak 514 orang,” ujarnya.
Rincian pemilih di kedua TPS khusus ini meliputi 473 WBP dan 41 pegawai lapas. Berdasarkan status pemilih, ada sebanyak 310 Daftar Pemilih Tetap (DPT), 162 Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan satu Daftar Pemilih Khusus (DPK). Hal ini dikarenakan tidak semua WBP maupun pegawai merupakan warga Kota Jogja.
Ia memastikan dalam pemilu kali ini semua WBP termasuk tahanan terakomodir hak pilihnya untuk mengikuti pemungutan suara. “Semua warga binaan terakomodir, mendapatkan hak pilihnya. Termasuk tahanan, tapi ga banyak karena lapas. Narapidana lebih banyak,” ungkapnya.
BACA JUGA: Sultan Jogja Mencoblos di TPS 12 Kraton: Jangan Golput!
Adapun mekanisme dalam pemungutan suara di lapas ini, para WBP semuanya sudah mendapat undangan memilih, yang harus dibawa saat pemungutan suara. Pihak lapas telah mengatur urutan WBP yang mencoblos berdasarkan wisma WBP. “Kami sudah menempatkan dari wisma mana dulu, terus lanjut lanjut supaya lancar kegiatannya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Influenza A belum ditemukan di Bantul hingga 1 Oktober. Dinkes mengingatkan warga memperkuat PHBS dan menjaga daya tahan tubuh.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.