SPPG Patalan 2 Bantul Ditutup Permanen, Layanan MBG Empat Sekolah Bakal Dialihkan
BGN menutup permanen SPPG Patalan 2 di Jetis, Bantul, setelah dua kali kejadian keracunan. Pemkab berkoordinasi untuk mengalihkan layanan MBG empat sekolah.
Kampanye pemilu - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Tim Pemenangan Daerah (TPD) DIY Ganjar-Mahfud mengaku tengah mengumpulkan data berkaitan dengan dugaan kecurangan Pemilu 2024 khususnya pemilihan presiden (Pilpres) di wilayah setempat.
Ketua TPD DIY Ganjar-Mahfud Yuni Setia Rahayu mengatakan pengumpulan data dugaan kecurangan Pemilu khususnya Pilpres tersebut merupakan arahan langsung dari Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud.
"Kami lagi mengumpulkan data ya, mendengarkan, meminta kalaupun ada yang melaporkan kita juga minta bukti seperti apa, apa ada misalnya TPS yang diragukan perolehan suaranya," kata Yuni, Kamis (15/2/2024).
Menurut Yuni saat ini tim masih berusaha mengumpulkan data dan bukti konkret atas dugaan kecurangan Pemilu di DIY. Ditargetkan dalam beberapa hari ke depan data dan bahan sudah terkumpul untuk dilaporkan ke TPN. "Mungkin dalam beberapa hari ke depan kita sudah ada datanya. Untuk Pilpres kan memang perhitungannya yang pertama ya sehingga kita melihat beberapa hari ke depan lah," ujarnya.
Baca Juga
Kepastian Partisipasi Pemilih di Sleman Masih Menunggu Hasil Rekapitulasi Suara
Jokowi Soal Tudingan Pemilu Curang: Ada Bukti Bawa ke Bawaslu dan MK
Unggul Versi Quick Count, Kemenangan Prabowo Disorot Media Asing dengan Sebutan Kontroversial
Yuni menyebut sampai sekarang pihaknya masih menunggu informasi resmi dari KPU RI soal hasil perhitungan Pemilu 2024. Selain itu Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP juga tengah bekerja mengumpulkan suara di daerah masing-masing termasuk DIY.
"Kami menunggu hasil resmi KPU RI. Bagaimanapun juga kita hormati proses yang sedang berjalan. Dari KPU sendiri kan sebetulnya juga belum muncul sampai 50 atau 60 persen, ini yang sedang kita tunggu," katanya.
Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo Gibran Gandung Pardiman menyebut sampai sekarang sejumlah lembaga survei menyatakan pasangan presiden dan wakil presiden yang diusung pihaknya masih unggul jauh dibandingkan dengan kontestan lain.
"Ini kehendak rakyat. Di Jogja saya minta jangan ada rekayasa apapun," kata Gandung.
Gandung menambahkan TKD DIY berkomitmen untuk mengawal seluruh proses perhitungan suara mulai dari tingkat TPS sampai ke tingkat pusat. Ia juga menepis adanya dugaan kecurangan yang membuat perolehan suara Prabowo-Gibran unggul jauh dibandingkan kontestan lain.
"Mudah-mudahan isu kecurangan lenyap. Saya juga berharap akademisi jangan jadi provokator untuk kegiatan masyarakat yang chaos. Ini merupakan kehendak rakyat. Saya jamin di Jogja gak ada rekayasa surat suara. Murni kehendak rakyat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BGN menutup permanen SPPG Patalan 2 di Jetis, Bantul, setelah dua kali kejadian keracunan. Pemkab berkoordinasi untuk mengalihkan layanan MBG empat sekolah.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait tenggelamnya kapal di perairan Laut Jawa.
Nanang Hendarno resmi menjadi Dirut Telkom menggantikan Dian Siswarini. Simak profil dan susunan terbaru Direksi serta Komisaris Telkom.